HARI ketiga Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2016 semakin meriah. Persaingan ketat masih tersaji diwarnai sportivitas yang tinggi.

Pada laga pembuka, SMAN 2 Ngaglik (Padmawidya) meredam permainan cepat SMA Pangudi Luhur (PL) dan menang tipis 24-23. Tim cowok Padmawidya berhasil mengikuti jejak tim cewek yang sebelumnya merengkuh kemenangan di game pertamanya.

Dimas B dkk terus memimpin jalannya permainan sejak kuarter pertama bergulir. Kuarter pertama, mereka menutup dengan skor 6-2. Meski PL mencoba mengejar di kuarter kedua dengan 8 poin, Padmawidya masih unggul satu bola dan menutup kuarter dua dengan 12-10.

Tertinggal satu bola, PL justru kehilangan permainan di kuarter ketiga. Antonius W dkk tidak mampu mencetak satu pun bola. Sebaliknya, Padmawidya mencoba meninggalkan dengan membuat 5 poin dan menutup kuarter tiga, 17-10.

Di kuartet penentuan, Padmawidya hampir kehilangan momentum kemenangan, ketika di menit-menit akhir pemain PL mulai mengejar poin demi poin. Saat skor 24-20, three point akhir yang dilesakkan guard PL, Joshua M di menit akhir belum cukup membuat skor imbang. Padmawidya menang setengah bola, 24-23.

“Skill anak-anak imbang dengan pemain PL, tapi karena masih gugup seharusnya mereka bisa cetak poin lebih dari itu,” ujar coach Padmawidya Yulfi Kusuma.

Laga lainnya, SMAN 7 Jogja (Seveners) mengikuti jejak Padmawidya dengan kemenangan 14-11 atas SMKN 1 Bantul (Bavos). Menurut Coach Seveners Hitawang, skuad asuhannya masih belum tampil maksimal, adaptasi pada lapangan masih jadi ganjalan bagi timnya di game pertamanya.

Pada kuarter awal, Seveners lebih menguasai lapangan dan permainan. Zone defense lebih terjaga rapi, sehingga pemain Bavos kesulitan untuk menerobos. Memasuki kuarter ketiga, Hanindya N dkk terus memimpin dengan skor 10-7.

Namun, skuad asuhan Yanu I tidak menyerah begitu saja. Di menit-menit tetakhir, kesempatan untuk mengimbangi skor pun terbuka ketika salah satu pemain Seveners melakukan foul, dan Bavos mendapat kesempatan menambah poin lewat free throw.

Tetapi kesempatan itu gagal dimanfaatkan. Sebaliknya, guard Seveners, Muhammad Nurjati menambah poin dan game ditutup dengan skor 14-11.

Selanjutnya, SMAN 6 Jogja (Namche) menutup laga di hari ketiga Honda DBL D.I. Jogjakarta Series 2016 dengan melibas SMAN 11 Jogja (Eleven) 45-13. Di pertandingan pertamanya, Namche langsung bermain percaya diri dengan pola permainan cepat yang membuat pemain Eleven pecah konsentrasi.

Pada dua kuarter awal, skuad asuhan Ryan T langsung meninggalkan jauh dengan skor 20-5. Terpaut angka yang cukup jauh, Eleven semakin kehilangan kontrol, terlebih pemain Namche banyak melalukan steal di kuarter ketiga. Dengan mudah zone defense Eleven terbongkar.

‘’Secara keseluruhan tim sudah main all-out, tapi masih ada yang perlu dibenahi, terutama individual defense agar di game selanjutnya bisa lebih ketat,” ujar Coach Ryan. (dya/iwa/ong)