MAGELANG – Waktu santri di pondok pesantren memang dihabiskan untuk mengaji dan kegiatan ibadah. Namun, tidak kali ini. Peringatan HUT ke-3 Paguyuban Penulis dan Pembaca Magelang (Pamulang), para aktivis mengajak santri ikut membaca puisi bersama.

Dengan tema “Aksara Wijaya”. Puisi dibacakan oleh para santri Pondok Pesantren Selamat Kota Magelang.

Ketua Pamulang Agung Pramudianto mengatakan, puisi adalah karya sastra yang bisa di pelajari oleh semua umat. Siapa saja bisa berkontribusi dalam pembuatan karya puisi. Tak terkecuali para santri.

“Puisi yang dibacakan adalah karya budayawan E.S. Wibowo yang berjudul Jagad Batin,” katanya.

Jagad Batin merupakan buku pertama dari kumpulan buku- buku E.S. Wibowo. Menurutnya, aksara wijaya merupakan bentuk kemenangan dalam sastra. Sastra sendiri dianggap sebagai salah satu jalan untuk memenangkan kehidupan.

“Dalam pesantren ini kita bisa melihat bahwa sastra bisa hidup dengan berdampingan,” kata Wibowo.

Pengasuh Pondok Pesantren Selamat Abdul Rosyid Ahmad cukup apresiatif dengan kegiatan baca puisi tersebut. Baginya, kegiatan itu menjadi momen, sekaligus sarana mengasah batin.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi kami untuk terus berupaya menjadi pribadi yang lebih baik dengan belajar sastra,” tutur pengasuh pesantren yang berbasis kemandirian itu. (nia/yog/ong)