JOGJA – Persaingan di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2017 ini bakal berbeda dengan 2011 silam. Jika lima tahun lalu, dua kutub kekuatan politik yakni Prof Amien Rais dengan PAN mengusung putra sulungnya, Ahmad Hanafi Rais, dan Keraton yang mengirimkan rayi dalem sampai GKR Hemas untuk mendukung Haryadi Suyuti dan Imam Priyono bertarung. Tahun ini lain.

Mantan Ketua Umum DPP PAN Prof Amien Rais menolak untuk ikut campur dalam Pilwali 2017. Dia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada jajaran pengurus. Baik dari DPD Kota Jogja, DPW DIJ, maupun DPP.

“Jangan saya. Bukan urusan saya,” tandas mantan Ketua MPR RI ini saat diwawancarai di acara halal bihalal anggota DPR RI dari PAN Ahmad Hanafi Rais dengan ratusan penarik gerobak sampah di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman, akhir pekan lalu.

Amien menegaskan, dia sama sekali tak berkepentingan dengan pilwali. Itu menjadi kepentingan pengurus partai berlambang matahari terbit tersebut. “Itu urusan pengurus,” kata Amien, langsung memasuki rumahnya.

Ketua DPD PAN DIJ Nazaruddin‎ mengungkapkan, PAN akan memberikan kejutan pada saatnya nanti. Saat ini proses politik baik komunikasi dengan para figur ataupun dengan elite-elite partai lainnya terus berjalan. “Belum ada, masih banyak kemungkinan,” katanya.

Partai terbesar kedua di DIJ ini memiliki peluang kuat untuk mengulangi kemenangan di Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Sleman. Terlebih, PAN memiliki dua nama, Arif Noor Hartanto dan Heroe Purwadi, yang tengah digodok.

“Skenarionya, Inung (Arif Noor Hartanto) untuk bakal calon wali kota dan Heroe untuk bakal calon wakil wali kota,” jelasnya.

Peluang tersebut, lanjut Nazar, tergantung dari dinamika pilwali. Apalagi, PAN dengan lima kursi tak bisa mengusung sendiri. “Bisa juga PAN mengusung calon di luar dua nama itu. Itu kewenangan DPP,” katanya.

‎Wakil Ketua DPP PAN Ahmad Hanafi Rais menjelaskan, rekomendasi calon dan koalisi partai baru akan diputuskan pada awal September. Keputusan itu, mendasarkan pada hasil survei terhadap masing-masing figur.

“Jadi, semua berdasarkan data, berdasarkan hasil survei. PAN berpartisipasi dalam pilkada untuk menang,” tandasnya.

Di lain pihak, PDIP berharap PAN bisa menjadi rekan koalisi dalam Pilwali 2017. Ketua DPC PDIP Kota Jogja Danang Rudyatmoko mengatakan, saat ini pihaknya sudah mesra dengan DPD PAN. Buktinya, dua pengurus DPD PAN Kota Jogja hadir saat undangan konsolidasi partai Minggu (31/7) lalu.

“Kami berharap ini menjadi penanda hubungan baik yang terjalin. Sehingga, pembicaraan koalisi di tingkat DPP bisa berjalan mulus,” kata Danang.

Jika PAN berkoalisi dengan PDIP, kian memendam persaingan 2011 silam. Kala itu, PDIP menjadi representasi dukungan keraton. “Tidak ada (dendam politik). Kami yakin kerja sama dengan PAN produktif untuk membangun Kota Jogja,” tandasnya. (eri/ila/ong)