BUDI AGUNG/RADAR JOGJA
APRESIASI : Wakapolres Purworejo Kompol Sumaryono melantik anggota PKS SMA Negeri 1 Purworejo bersamaan upacara bendera, kemarin (1/8).
PURWOREJO-Tingginya kasus pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pelajar menjadi keprihatinan bersama. Karena itu, kepedulian bersama antara sekolah, orangtua, dan pelajar menjadi salah satu kuncinya.

Nah, keberadaan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) perlu didorong sebagai bentuk kepedulian pelajar terhadap keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalulintas (kamseltibcarlantas). Anggota PKS diharapkan menjadi teladan bagi pelajar yang lain. “PKS menjadi kegiatan positif dalam mendidik anak yang unggul, disiplin, dan berkualitas,” kata Wakapolres Purworejo Kompol Sumaryono saat melantik anggota PKS SMAN 1 Purworejo kemarin (1/8).

Kepala SMAN 1 Purworejo Padmo Sukoco mengatakan, sekolahnya memiliki kebijakan ketat terhadap siswa. Yakni, pelajar yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) dilarang membawa motor ke sekolah. “Kami ingin anak-anak disiplin. Kami tidak ingin terjadi risiko terburuk saat mereka berangkat atau pulang sekolah,” ujar Padmo.

Anggota PKS yang terlibat pun tidak sebatas mengatur jalan raya di depan sekolah saat jam berangkat atau pulang sekolah. Mereka juga memiliki tugas melakukan pengecekan kendaraan bermotor yang dibawa temannya bersama guru piket.

“Jadi setiap pagi, guru piket dan PKS itu ada di tempat parkir. Ngecek satu persatu kendaraan apakah sudah lengkap atau belum. Baik dari spion, pelat nomor sampai ke helmnya,” ungkap Padmo. (udi/din/ong)