SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
SELALU SERU: Pertandingan Persiba Bantul kontra PSS Sleman di Maguwoharjo International Stadium (MIS) kemarin (1/8).
SLEMAN – PSS Sleman kembali menghuni puncak klasemen sementara ISC-B Grup 5. Itu setelah anak asuh Seto Nudiyantoro ini memenangi laga derby DIJ kontra Persiba Bantul di Maguwoharjo International Stadium (MIS) kemarin (1/8). Sebiji gol PSS dicetak Dicky Prayoga.

Dengan tambahan tiga angka ini, kini PSS Sleman mengoleksi 19 poin. Unggul dua poin dari Persinga Ngawi di tangga kedua klasemen dengan poin 17. Persinga di laga terakhir mengalahkan PSBI Blitar di Blitar.

Seto tampak puas dengan kemenangan kedua kalinya atas Persiba selama kompetisi ISC B ini. Padahal, dia sempat khawatir gagal meraup poin. Terlebih dari 9 peluang yang tercipta ternyata hanya satu yang bisa dikonversi jadi gol. “Mau berapa pun skornya, yang penting menang karena persaingan sangat ketat di Grup 5 ini,” katanya.

Selanjutnya, PSS dijadwalkan akan menghadapi Persinga Ngawi di MIS 7 Agustus. Laga ini harus dimenangi PSS. “Harus menang karena sarat gengsi dan untuk memenuhi target lolos. Kalau dulu saya sebut poin 22-23 sudah bisa lolos. Kalau saat ini paling tidak kita perlu 24-25 poin untuk lolos,” tandasnya.

Sebaliknya, Manajer Persiba Endo Sulastomo menilai kemungkinan timnya lolos ke 16 besar kecil. Terlebih pada laga yang secara hitung-hitungan harusnya meraup poin justru gagal. Pelatih Persiba Sajuri Syahid mengaku, upaya yang dilakukan anaknasuhnya sudah optimal. Ia menyadari dengan materi tim dan mepetnya waktu persiapan sulit untuk dapat mengalahkan PSS. “Anak-anak sedikit kurang tenang. Apalagi gol lahir di menit 46 lebih. Saya ndak mau komentar wasit,” ungkapnya.

Laga Derby DIJ Part II ini seharusnya digelar di kandang Persiba Bantul, Stadion Sultan Agung (SSA). Persiba bertindak sebagai tuan rumah. Namun karena alasan keamanan, laga dipindah ke MIS. Karena di MIS, tak heran jika pendukung PSS Sleman lebih mendominasi di stadion.

Laiknya bermain sebagai tuan rumah, PSS Sleman langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal laga. Namun beberapa kali percobaan tembakan masih mentah di depan gawang Persiba yang dikawal Puthut Jati Purnomo. Itu termasuk percobaan tendangan Busari yang masih lemah dan dengan mudah diamankan Puthut.

Persiba sempat membalas melalui tendangan bebas Johan Manaji di sisi kiri pertahanan PSS. Namun tendangannya masih melambung di atas gawang. Praktis setelahnya tidak ada ancaman yang mampu diperbuat Laskar Sultan Agung. Pertahanan PSS yang digalang Waluyo dkk terlalu kokoh ditembus.

Anak asuh Seto Nurdiantoro sebenarnya mempunyai peluang unggul lebih dulu di menit ke 16. Itu setelah Dicky Prayoga dijatuhkan di kotak penalti. Sayang, sepakan Riski Novriansyah berhasil ditepis penjaga gawang dengan baik dan hanya melahirkan sepak pojok.

Berselang 13 menit kemudian, lagi-lagi Laskar Sembada mendapatkan peluang emas. Bertubi-tubi diawali dari heading Riski yang masih bisa ditepis kipper. Juga tendangan keras Dave Mustaine yang mengenai tiang. Bahkan sepakan Tri Handoko yang diblok pemain belakang Persiba.

Dicky Prayoga akhirnya memecah kebuntuan dengan berhasil mencetak gol di penghujung babak pertama. Gol lahir setelah memanfaatkan umpan di sisi kanan pertahanan Persiba. Tendangan kerasnya di dalam kotak penalti gagal diamankan Puthut.

Di babak kedua, serangan PSS sedikit mengendur. Kondisi tersebut dimanfaatkan anak asuh Sajuri Syahid untuk berani keluar menyerang. Beberapa kali melalui skema serangan balik, sayap Persiba mampu mengirim umpan ke kotak penalti.

Beberapa pergantian Sajuri juga terbukti meningkatkan intensitas serangan. Ia mengganti Saddam Sudarma dengan Jeni Gilang. Dharmawan keluar dan memasukkan Uko Wahyu serta Wahyudi yang digantikan Sarjono. Hampir semua pemain yang dimasukkan adalah tipe pemain cepat.

Namun praktis hanya ada sundulan Jeni Gilang di menit 75 yang mengancam tim tamu. Sementara PSS masih mampu menggedor pertahanan Persiba melalui tendangan Busari di menit ke 54 dan. Dicky yang hanya tinggal berhadapan dengan kiper di menit ke 85, tapi tidak berbuah gol.

Sampai wasit Rahmatullah asal Tanggerang meniup peluit panjang, tidak ada gol tambahan yang tercipta. (riz/din)