BANTUL – Sikap Dwi Marwoto, 28, sangat kelewa-tan. Dipecat dari tempatnya bekerja, warga Dusun Gedong Bakalan, Kadipiro, Banjarsari, Solo malah meluapkan rasa sakit hatinya kepada teman sen-diri.

Dia nekat mencuri sepeda motor, telepon seluler, dan uang Rp 2 juta milik Saiful, yang tak lain partner kerja di kantornya dulu.Selanjutnya, berlagak seperti penjahat kawakan, Marwoto menghilangkan jejak kejahatannya dengan memutilasi sepeda motor curiannya menjadi 17 bagian.

Dia lantas menjual eceran tiap onderdil sepeda motor yang telah dipereteli itu.

“Beberapa bagian telah dijual pelaku,” jelas Panit Reskrim pol-sek Sewon Iptu Ryan Permana kemarin (1/8).

Ungkap perkara itu hasil penyelidikan curanmor di Dusun Tegal Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Rabu (17/7).Terungkapnya kasus tersebut berawal dari laporan pemilik sepeda motor bernama Saiful. Tersangka beraksi saat pemilik rumah pergi bekerja. “Padahal rumahnya terkunci rapat,” lanjutnya.

Kendati tidak ada bukti, korban curiga bahwa pela-kunya adalah Dwi. Kecurigaan itu menguat lantaran tersangka yang notabene bekas partner kerja Saiful merupakan satu-satunya kawan Saiful yang tahu kondisi dan seluk-beluk dalam rumahnya.

Berbekal petunjuk awal ini, kepolisian kemudian mengejar Dwi hingga ke rumahnya di Solo. “Ternyata benar. Barang bukti berupa pretelan motor masih ada,” lanjutnya. (zam/yog/ong)