Harnum Kurniawati/Radar Jogja
LEBIH KETAT: Peserta seleksi Duta Wisata Kota Magelang 2016 sedang diukur tinggi dan berat badannya.
MAGELANG – Dibandingkan 2015 lalu, peminat untuk mengikuti seleksi pemilihan Duta Wisata (Duwis) Kota Magelang meningkat. Hal ini dikarenakan promosi yang dilakukan tahun ini lebih agresif dengan melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah serta media yang lain.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Magelang Hartoko mengatakan, sebanyak 170 peserta sedang mengikuti tes tahap awal administrasi yang tahun sebelumnya sebanyak 105 peserta. Setiap tahunnya pemilihan mengalami peningkatan.

“Tes tahap awal mengukur tinggi dan berat badan peserta yang akan diambil 15 pasang atau 30 orang untuk lanjut mengikuti tes tertulis dan wawancara,” katanya kepada wartawan kemarin (2/8).

Menurutnya, seleksi tahun ini akan lebih ketat dan berbeda dengan seleksi sebelumnya. Ini karena akan ada penilaian yang menyangkut pengembangan museum di Kota Magelang. Bagaimana cara para duwis untuk bisa meningkatkan museum yang ada di kota ini.

“Kota Magelang sendiri punya enam museum yang bisa menjadi salah satu alternatif wisata. Dan saya harapkan dari para peserta duwis bisa meningkatkan 10 persen dari pengunjung museum,” terangnya.

Ia menjelaskan pada duwis kali ini menggunakan anggaran APBD Rp 230 juta. Sedangkan untuk uang pembinaan bagi para pemenang juara satu Rp 2 juta, juara dua Rp 1,5 juta dan juara tiga Rp 1 juta. Untuk setiap kategori seperti duta intelegensia, persahabatan, kepribadian dan favorit masing-masing mendapatkan Rp 750 ribu.

“Total anggaran itu juga akumulasi dana untuk perlombaan duwis menuju perlombaan ke provinsi,” paparnya yang menyebutkan anggaran tahun lalu Rp 180 juta.

Salah seorang peserta Martinus, 17, mengaku tertarik mendaftarkan diri menjadi duwis Kota Magelang agar bisa turut serta dalam mempromosikan wisata di Kota Magelang. Salah satu yang mendorongnya dari para guru di sekolah.

“Yang kasih tahu justru guru di sekolah. Ya optimistis aja bisa lanjut ke tahap selanjutnya,” kata siswa SMA 1 Magelang ini. (nia/laz/ong)