PURWOREJO-Satuan Reserse Kriminal Polres Purworejo bertindak hati-hati dalam kasus keracunan nasi kuning. Mereka menunggu hasil uji laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jogjakarta. “Kita tidak bisa mengatakan nasi kuning itu sebagai pemicu keracunan,” ujar Kasatreskrim AKP Kholid Mawardi kemarin (1/8).

Dari hasil penyelidikan terhadap penjual makanan, diketahui bahwa nasi kuning yang dijajakan juga dikonsumsi anak lain dan aman. Menurutnya, hari itu penjual mengaku menyiapkan 50 bungkus dan sebagian besar terjual. “Sisanya dikonsumsi anggota keluarganya dan tidak menjadi masalah,” imbuh Kholid.

Selain itu, pernyataan adanya nasi yang dijual sisa dari hari berikutnya, seperti yang diungkapkan kepala sekolah tidak mendasar. Dan perlu pembuktian khusus jika ada statemen itu. “Masih banyak kemungkinan kejadian keracunan itu. Bisa karena beberapa sebab, anak-anak itu kan baru saja olahraga. Bisa saja mereka tidak sarapan dan dalam keadaan perut kosong kemasukan makanan. Atau ada hal lain yang masuk seperti minuman dan sebagainya,” jelas Kholid.

Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Purworejo telah melakukan pengecekan ke lokasi SDN Krandegan Bayan. Sekolah didorong untuk memiliki kantin khusus dan bisa menampung jajanan dari luar. “Dengan adanya kantin sekolah, jajanan akan terkontrol. Siapapun bisa menitipkan,” ungkap Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindikbudpora Purworejo Winanto. (udi/din/ong)