Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslim saat mencanangkan nilai-nilai budi pekerti melalui Kurikulum 2013 di Kantor Perpustakaan, Selasa (2/8).
BANTUL – Merosotnya budi pekerti dikalangan anak muda dan pelajar mendapat perhatian serius dari Pemerintahan Kabupaten Bantul. Sebagai bentuk perhatian tersebut, Pemkab Bantul telah mencanangkan penanaman budi pekerti kepada pelajar. Pencanangan budi pekerti melalui kurikulum 2013 dilakukan oleh Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslim di Kantor Perpustakaan, Selasa (2/8).

Dalam sambutannya, Halim mengatakan, Pemkab Bantul akan mengevaluasi lembaga pendidikan di bawah yayasan terutama lembaga pendidikana yang selama ini dinilai anti Kebangsaan dan NKRI. Evaluasi itu penting untuk mencegah generasi muda dari ajaran radikal.

“Ini bagian tugas negara dan pemerintah untuk mencegah ajaran radikal,” kata Halim kepada Radar Jogja Online.

Nantinya, lanjut Halim, setiap kelas sekolah diwajibkan memasang lambang negera yaitu garuda pancasila, foto Presiden dan Wakil Presiden RI, dan wajib mengadakan upacara bendera merah putih setiap hari Senin dan mengibarkan bendera setiap harinya. Selain itu, sekolah dilarang mengajarkan wawasan kebangsaan negara lain, pengetahuan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. “Semua siswa, guru, dan pegawai sekolah juga wajib hafal pancasila,” jelas Halim. (ama/dem)