Heri Susanto/Radar Jogja
JOGJA – Alokasi dana keistimewaan (Danais) untuk DIJ ternyata bisa sangat besar. Bahkan jika serapan dan usulan dari kabupaten dan kota maksimal, Danais bisa mencapai Rp 2 triliun. Itu sesuai kesepakatan jika Danais diambilkan dari pajak warga di DIJ.

“Sesuai kesepakatan dengan pusat, Danais diambilkan dari semua pajak warga. Jika pajaknya Rp 2 triliun, ya segitu alokasinya,” ungkap Gubernur DIJ Hamengku Buwono X saat syawalan di halaman Balai Kota Timoho, kemarin (2/8).

Diungkapkan HB X, pemerintah pusat akan menambah alokasi Danais setiap tahunnya. Asalkan serapan penggunaan dan usulan yang diajukan juga besar.

Kota Jogja sendiri paling kecil usulan untuk tahun 2017 dibanding kabupaten lain di DIJ. Kota Jogja hanya Rp 9 miliar, sementara Kabupaten Sleman Rp 19 miliar, dan tiga kabupaten lain lebih dari Rp 50 miliar.

Tambahan alokasi Danais itu, lanjut gubernur, sebenarnya bisa maksimal. Terlebih penggunaan Danais tak terbatas pada seni dan tradisi. “Bisa dikembangkan untuk kegiatan lain, seperti pemberdayaan masyarakat agar semakin mandiri dan berdaya,” ujarnya.

Ia mengambil contoh pengembangan kampung wisata yang sudah ada di Kota Jogja. Danais bisa dimanfaatkan langsung ke masyarakat. Caranya, warga membentuk koperasi untuk pengelolaan dana itu.

“Uangnya bisa digunakan untuk memperbaiki fasilitas rumah agar layak untuk disewakan. Atau digunakan membangun tempat parkir untuk memfasilitasi wisatawan yang datang,” sarannya.

Di Kabupaten Gunungkidul, HB X berinisiatif memanfaatkan Danais untuk membangun infrastruktur jalan. Akses jalan ini nantinya menghubungkan langsung kawasan gunung api purba Nglanggeran dengan Prambanan. “Wisatawan kalau mau ke Nglanggeran langsung dari Prambanan tidak perlu lewat kota,” ujarnya.

Ia menegaskan, tak ada batasan pemanfaatan Danais. Pemkab dan pemkot bisa memanfaatkan danais itu, bahkan sampai membangun infrastruktur. “Semuanya bisa menggunakan dana keistimewaan. Tinggal bagaimana menyusun kalimatnya saja,” ujar bapak lima puteri ini.

Lain halnya di Kabupaten Kulonprogo. Anggaran Rp 40 miliar digunakan oleh Pemkab Kulonprogo diusulkan untuk pembangunan Taman Budaya. “Kalau bisa usulan dana keistimewaan dari Kota Jogja ditambah,” pintanya. (eri/laz/ong)