MAGELANG – Keberadaan Koperasi di tengah berlakunya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memiliki banyak tantangan. Terutama terkait kualitas kelembagaan dan pengelolaan. Juga harus mampu bertahan menghadapi persaingan pasar bebas.

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina mendorong koperasi berbenah. ia minta pengurus koperasi, pengawas, maupun anggotanya melakukan inovasi dan berkreasi.

“Koperasi harus mengembangkan peluang investasi untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” kata Windarti saat pembukaan Sarasehan Gerakan Koperasi Kota Magelang bertema Reformasi Koperasi Mewujudkan Ekonomi Berdikari, Selasa (2/8).

Menurut Windarti, koperasi harus memanfaatkan teknologi baik dalam produksi maupun pemasaran produk UMKM. Juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di kelembagaan.

“Tidak boleh melupakan asas-asas koperasi, yaitu kekeluargaan dan gotong royong. Juga berpegang pada landasan operasional koperasi,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Magelang Isa Ashari juga mendorong koperasi terjun ke sektor riil. Koperasi didorong bergerak sebagai produsen, konsumen, dan jasa.

“Tantangan MEA cukup besar. Jangan sampai hanya jadi penonton saja,” kata Isa yang mencontohkan suku bunga bank rendah jadi tantangan lain koperasi.

Karena itu, koperasi tidak melulu bermain disimpan pinjam. Justru harus kuat disektor riil. Imbasnya, bisa mendorong berkembangnya sektor industri rumah tangga. Seperti UMKM.

“Harapannya bisa memakmurkan masyarakat,” tegas Isa.

Saat ini, dari 217 koperasi di Kota Magelang, sebagian besar bergerak di simpan pinjam. Catatannya juga, 15 koperasi sudah tidak aktif.

Nah ini kelemahannya. Kalau simpan pinjam tidak lancar, lama-lama akan habis, kualitas koperasi jadi menurun. Lalu anggotanya semakin tidak yakin, ya koperasinya bisa gulung tikar,” paparnya.

Diskoperindag intens memberikan dukungan dan pendampingan pada koperasi. Terutama koperasi baru.(nia/hes)