GUNUNGKIDUL – Sebentar lagi perhelatan Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 bersama Antangin Junior Regional Cham-pionship Kabupaten Gunungkidul bakal digelar. Itu artinya, tahapan panjang setiap regu menuju Amerika Serikat makin dekat.

“Beberapa hari lalu kita sudah menggelar tech nical meeting (TM), membahas peraturan dan tantangan perlombaan yang di gelar selama dua hari, 6 Agus-tus hingga 7 Agustus nanti,” kata Koordinator Khusus ISC Jogjakarta, Atika Lis Widowati (2/8).

Menurut Atika, event ISC bersama Antangin Junior baru pertama digelar di Kabupaten Gunungkidul. Namun pihaknya kaget, karena antusiasme peserta sangat tinggi. Dia menyakini ke-mampuan peserta juga tidak akan kalah dengan daerah lain. Apalagi para pembina yang ada di Gunung-kidul cukup mumpuni.

“Meski masih duduk di bangku kelas V SD dan IV SD, kemampuan para peserta dalam gerakan kepanduan tidak diragukan lagi. Embrio kegiatan kepramukaan di Gunungkidul sudah terbentuk,” tuturnya.

Mengenai aturan yang akan di-laksanakan, diantaranya satu regu wajib mendafatarkan 10 orang ang-gota dan satu pembina. Anggota regu harus berasal dari satu Gugus Depan atau Satuan Komunitas yang sama. Peserta tidak boleh merang-kap menjadi peserta dari regu lain maupun sebagian panitia ISC.

“Larangan lain yang tidak boleh dilanggar, peserta kecuali pembina dilarang membawa handphone, gagdet, maupun alat elektronik lainnya,” ujar-nya.

Agar tidak kecolongan, lanjutnya, penyeleng-gara akan membuat penjagaan di pintu akses masuk ke perkemahan. Baik pintu masuk utara dan selatan akan dijaga ketat. Pihaknya juga akan menggelar sweeping ke tenda-tenda untuk memastikan semua peserta regu tidak melanggar aturan.

“Perlombaan ISC bersama An-tangin Junior dikemas dengan sangat menarik, menyenangkan, menantang, dan ada unsur pen-didikan,” jelasnya.

Diungkapkan, jumlah peserta ISC dari Gunungkidul ada 1.000 anggota Sekolah Dasar (SD) dan diikuti sebanyak 100 regu. Satu regu sendiri diikuti sejumlah 10 anak.

Dalam ISC ini, peserta akan dinilai oleh tim juri guna menentukan siapa yang akan lolos ke tingkat provinsi. Pemenang dari tingkat kabupaten akan diikutkan ke level lebih tinggi yakni provinsi.

“Tim juri berasal dari Kwarcab dan Jawa Pos. Kemudian pemenang dari kabupaten yang ikut ke provinsi, biayanya ditanggung oleh kami,” paparnya.

Hari pertama seleksi ISC Kabupaten Gunungkidul berlangsung di SDN Bedoyo, Ponjong, 6 Agustus 2016. (gun/dem/ong)