AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA ONLINE
RESMI DIBUKA: Menteri Kesehtan RI, Nila Djuwita F. Moeloek memukul gong sebagai tanda dibukanya Konferensi Nasional Nasyiyatul Aisiyah di Kampus Unisa Jogja, Rabu (3/8).
SLEMAN – Menteri Kesehtan RI, Nila Djuwita F. Moeloek mengatakan, angka kematian ibu melahirkan di Indonesia masih tergolong tinggi. Hal ini sesuai dengan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 yang menunjukkan bahwa angka kematian ibu melahirkan di Indonesia mencapai 359 per 100 ribu kelahiran hidup.

“Ini tanda bahwa banyak perempuan Indonesia belum menyadari pentingnya menjaga kesehatan,” kata Nila Moeloek saat menjadi keynote speker pada acara Konferensi Nasional dengan bertema Penguatan Peran Perempuan Muda Menuju Indonesia Berkemajuan di Universitas Aisyiyah Jogja, Rabu (3/8). Acara ini diselenggarakan menyambut muktamar Nasiyatul Aisyiyah ke-13 di UMY pada 27 Agustus mendatang.

Karena itu, untuk mencegah terjadinya kematian ibu melahirkan, Nila meminta kepada kaum perempuan Indonesia memperluas wawasan dan pengetahuan tentang kesehatan. Menurutnya, pengetahuan mengenai kesehatan sangat penting mengingat posisi perempuan memiliki perananan yang sangat penting dalam sebuah rumah tangga, lingkungan masyarakat, dan tempat kerja,. Sebab, akhir-akhir ini banyak bermunculan berbagai penyakit di tengah masyarakat, baik pada anak, orang dewasa, dan lansia.

“Pencegahan lebih baik dari mengobati. Jadi, mencegah agar tidak terjangkit penyakit itu lebih baik sebelum kita terkena penyakit,” tandas Nila.

Pemerintah optimistis angka kematian ibu dapat ditekan. Caranya, pemerintah telah membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sehingga pada tahun 2019 angka kematian ibu melahirkan dan hamil dapat diturunkan menjadi lima persen yaitu menjadi 278 per 100 ribu kelahiran.

“Agar program ini berhasil butuh partisipasi masyarakat terutama kaum perempuan dan elemen-elemen perempuan termasuk Aisyiyah,” papar Nila.

Ketua Nasiyatul Aisyiyah Norma Sari mengatakan, sebagai organisasi perempuan, Nasiyatul Aisiyah (NA) sangat konsen terharap kesehatan. Buktinya, induk dari NA yaitu Aisiyah sebagai organisasi otonom Muhammadiyah ini ikut mendirikan perguruan tinggi berwawasan kesehatan masyarakat. “Keberadaan Universitasi Aisiyah Jogja ini bukti Aisiyah peduli kesehatan masyarakat,” kata Norma. (ama/hes)