MUNGKID – Kepolisian Resort Magelang secara intensif terus men-dalami kasus dugaan penipuan dengan kerugian sekitar Rp 1 Miliar. Informasi yang dihimpun, kasus ini bermula dari salah satu korban Emy Chomsatun warga Jogjakarta. Ia melaporkan Hr, warga Kecamatan Secang Kabupaten Magelang.

Korban mengaku me ngalami kerugian hingga Rp 1 miliar.Korban melaporkan ke Korps Bhayangkara setelah merasa ditipu dengan modus investasi sebuah usaha. Polisi terus memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kasus tersebut.

“Kami masih melakukan klarifikasi dengan memeriksa tiga saksi,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Magelang AKP Rendi Wicaksana kemarin (2/8).

Kasus ini bermula ketika terlapor mengajak korban berinvestasi di bidang alat-alat kesehatan April lalu. Korban awalnya tidak tertarik namun akhirnya menyepakati. Sebab, Hr, adalah saha-batnya sendiri.

“Pelaku menawarkan investasi dengan keuntungan besar,” kata kuasa hukum korban S Ari Wibowo.

Menurut dia, pada 26 April korban kemudian menransfer uang Rp 750 juta ke rekening pelaku. Saat itu pe laku menjanjikan bahwa uang tersebut akan dikembalikan dalam dua minggu beserta keuntungannya.

“Benar, selang dua minggu pelaku mentransfer keuntungan sebesar Rp 58 juta. Namun uang Rp 750 jutanya tidak dikem-balikan,” jelasnya.

Setelah itu, pelaku membujuk korban untuk menambah jumlah investasi. Korban kembali menyerahkan uang Rp 300 juta dalam bentuk tunai. Kini, baru sadar jika menjadi korban pe-nipuan. Apalagi, pelaku menunjukkan sikap yang mencurigakan.Ia lalu melaporkan kasus itu ke Polisi. Laporan ke Polres Magealng bernomor 43/VII/2016/SPKT Polres Magelang. Dia berharap kasus ini segera diusut tuntas. Ada dugaan kuat pe laku mencoba menghilangkan barang bukti.

“Berulangkali ditagih uangnya terlapor ini selalu berkelit. Sampai sekarang uang klien kami belum di-kembalikan,” katanya.

Ari Wibowo mengatakan, pelaku tidak bisa menunjukkan bisnis alkes yang selama ini digembor-gemborkan kepada calon korbannya. Lantaran sudah be-rulangkali menempuh jalur kekeluar-gaan namun gagal. Korban kemudian memilih melaporkan ke kepolisian seminggu silam. (ady/din/ong)