KULONPROGO – Belum semua fasilitas pelayanan kesehatan, terutama puskesmas mampu melayani penyandang disabilitas. Sejumlah puskesmas bahkan harus direhab total untuk memenuhi hak-hak warga berkebutuhan khusus ini.

“Sebagian puskesmas di Kulonprogo harus dirobohkan dan dibangun kembali untuk mempertimbangkan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas. Dari 21 puskesmas, 18 di antaranya dibongkar,” kata Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, Senin (1/8).

Hasto mencontohkan, selama ini desain selasar dan lebar pintu utama puskesmas tampak tidak sesuai standar. Kondisi itu menyulitkan warga berkebutuhan khusus yang ingin berobat atau memeriksakan diri kesulitan. Misalnya mereka yang menggunakan alat bantu kursi roda. Renovasi dengan sistem tambal sulam tidak efektif untuk memperbaiki desain bangunan yang terlanjur salah.

“Itulah mengapa beberapa bagian bangunan mesti dibongkar agar bisa dibangun kembali sesuai standar pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas,” ucapnya.

Hasto berharap, semua puskesmas di Kulonprogo nantinya bisa memberikan pelayanan kesehatan yang ramah bagi penyandang disabilitas pada 2017 nanti. Hal itu karena diperkirakan ada 6.000 orang lebih penyandang disabilitas.

Pelaksanaan Jamkesus diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga berkebutuhan khusus. Bentuk pelayanan juga tidak sebatas hanya pemeriksaan kesehatan fisik dan psikologis. “Tapi juga layanan rehabilitasi sosial hingga kemandirian ekonomi, pelayanan pasien berkubutuhan khusus juga harus khusus,” harapnya.

Sutarti Ningsih, warga Desa Karangsari, Pengasih mengaku senang dengan perhatian pemerintah saat ini, salah satunya dengan memberikan layanan Jamkesus disabilitas terpadu. Dia berharap kedua anaknya yang berkebutuhan khusus bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala dengan lebih mudah. “Kegiatan ini sangat membantu,” ungkapnya. (tom/din/ong)