SLEMAN – Tahun ini tiga jabatan eselon II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, dipastikan diisi oleh pejabat sementara (Pjs). Tiga posisi tersebut meliputi Sekretaris Daerah (Sekda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, serta Asekda Bidang Pemerintahan.

Seperti diketahui ketiga posisi tersebut kosong dikarenakan pejabat sebelumnya telah pensiun. Saat ini, Sekda Sleman diisi oleh Iswoyo Hadiwarno yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Derah (BKD) Sleman.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman ditempati sementara oleh Kunto Riyadi yang juga memegang jabatan sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan. Sedangkan posisi Asekda Bidang Pemerintahan diisi oleh Jasim Sumirat yang menjabat sebagai staf ahli bupati bidang hukum dan politik.

Iswoyo menjelaskan, tahun ini hanya ada tiga jabatan eselon II yang ditinggalkan dan kini diisi oleh Pjs. Untuk posisi sekda sendiri sebenarnya sudah terisi sejak November 2015 lalu.

“Pengisian jabatan hal yang wajar dalam birokrasi. Ini dilakukan saat tidak adanya pejabat definitif atau pejabat definitif berhalangan menjalan tugas,” jelas Iswoyo kepada Radar Jogja di ruang kerjanya, kemarin (2/8).

Untuk pengisian pejabat definitif, jelasnya, di emkab Sleman prosesnya melalui lelang jabatan. Saat ini, panitia seleksi (pansel) sudah terbentuk dan dalam proses di bagian hukum.

Iswoyo menjelaskan, bagi pengisian jabatan pimpinan tinggi (JPT) untuk posisi sekda bisa diambil dari level tingkat provinsi. Sedangkan untuk posisi kepala dinas, maupun badan akan diambilkan dari pemkab sendiri.

Hanya, sambung Iswoyo, kapan pastinya ketiga JPT tersebut terisi secara definitif harus menunggu hasil proses kelembagaan baru. Ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Sehingga fokus pemkab sendiri saat ini pada proses pelembagaan baru.

“Saat ini timnya tengah mengkaji untuk menyesuaikan organisasi perangkat daerah (OPD) yang ditetapkan dalam PP tersebut. Setelah proses pelembagaan baru selesai dilanjutkan pengisian jabatannya,” jelasnya.

Dengan penyesuaian ODP tersebut, jelasnya, bisa jadi nantinya ada pengembangan SKPD. Saat disinggung SKPD mana saja yang nantinya akan ada pengembangan, Iswoyo tidak merinci secara pasti. Hanya, dia mengindikasikan salah satu SKPD yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman digadang-gadang yang akan dipisah.

“Bisa jadi kebudayaan dan pariwisata nanti jadi dinas sendiri,” jelasnya.

Dengan adanya rangkap jabatan, jelas Iswoyo, tidak begitu menghambat kinerja instansi yang terkait. Sebab, menurut Iswoyo, SKPD yang ada di Sleman sudah berkoordinasi dengan baik. “Sehingga semua bisa berjalan dan tidak mengganggu koordinasi dengan SKPD yang lain,” jelasnya.

Sementara itu, Kunto Riyadi yang baru dipercaya memegang jabatan pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksanan BPBD Sleman mengatakan, rangkap jabatan tidak terlalu mengganggu kinerja di dua tempat yang telah dia duduki. Meski diakui BPBD Sleman sebenarnya memerlukan perhatian ekstra. “Porsi pembagiannya bisa jadi 60 untuk kebencanaan dan 40 di staf ahli,” jelasnya. (bhn/ila/ong)