SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
KIAN TERPINGGIRKAN: Sejumlah angkutan umum pedesaan menunggu penumpang di Terimal Prambanan.
SLEMAN – Upaya untuk menghidupkan kembali angkutan desa (angkudes) yang menjangkau berbagai wilayah di Sleman diprediksi akan sulit terealisasi. Bahkan, Bupati Sleman Sri Purnomo pesimistis angkudes bisa kembali berjaya.

Sri Purnomo menyebut, semakin berkurangnya angkudes sudah menjadi hukum alam. Ini dikarenakan minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum semakin menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “Sekarang ini masyarakat kendaraan pribadi semakin meningkat dan cara mendapatkannya cukup mudah. Jadi sangat sulit untuk menggairahkan kembali angkudes karena peminatnya semakin berkurang,” jelas Sri, Rabu (3/4).

Sri mengatakan butuh kajian terlebih dahulu untuk melakukan membangun kembali sarana transportasi pedesaan. Apalagi, bila harus membentuk BUMD yang bergerak di transportasi. Menurut bupati langkah tersebut sangat kecil bisa terjadi.

Dia beralasan, tujuan membentuk BUMD harus bisa memberikan pemasukan bagi pemerintah daerah.Jadi, bila badan usaha yang dibangun selalu merugi, tentunya akan berdampak buruk pada beban anggaran daerah. Apalagi bila BUMD tersebut merugi sehingga harus terus disubsidi.

“Kami masih menunggu perkembangan Transjogja selanjutnya. Setidaknya jika ke depan bisa dikembangkan untuk menjangkau di titik-titik strategis di Sleman, pasti kami dukung,” jelasnya. (bhn/din/ama)