JOGJA – Insiden pelarangan aksi mahasiswa di Asrama Papua, Kamasan, Jalan Kusumanegara, 15 Juli lalu, membuat Gubernur Papua Lukas Enembe datang ke Jogja. Ia pun berdialog dengan para maha-siswa untuk mengetahui kejadian sebenarnya versi mahasiswa.

Kepada para mahasiswa, Gubernur Enembe menekankan pen-tingnya pendidikan. Ia menging-atkan mahasiswa Papua tentang tujuannya datang ke Jogjakarta. Menurutnya, perkara politik di Pa-pua yaitu wacana kemerdekaan Papua tidak lebih penting daripada proses belajar para mahasiswa.

“Merdeka atau tidak, pendidi-kan itu sangat penting. Itulah tujuan mahasiswa datang ke Jogja,” katanya.

Sektor pendidikan, kata Enembe, menjadi salah satu yang menjadi prioritasnya. Hal itu agar sumber daya manu-sia Papua tidak kalah dengan daerah lain.

Termasuk jika ingin mengejar pembangunan di dae-rah timur Indonesia itu.Ia mengaku telah memberikan beasiswa kepada 1.041 mahasiswa pada 2016. Tidak hanya diberang-katkan belajar di dalam negeri, bahkan juga ke luar negeri.

“Pada 2015 kami mengirim 252 pelajar ke luar negeri. Tahun ini yang kami kirim lebih banyak, ada 665 putra terbaik Papua,” ujarnya.

Satu hal yang juga menjadi per-hatian gubernur adalah menge-nai minuman keras. Ia berkaca pada tewasnya beberapa maha-siswa Papua karena oplosan awal Februari lalu. Ia juga mengatakan, saat ini di Papua telah ada pera-turan daerah mengenai larangan mengonsumsi miras.

“Kami minta mahasiswa Pa-pua jangan lagi mengonsumsi minuman keras, apalagi nar-koba. Narkoba saat ini juga sudah menjadi masalah di Pa-pua. Sekali lagi, utamakan be-lajar, pendidikan. Setelah itu kalian bisa jadi apa saja,” ung-kapnya. (riz/laz/ong)