DIBAGIAN LAIN, persiapan menjelang pelaksanaan Indo-nesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 bersama Antangin Junior Regional Championship di tingkat kabupaten terus dila-kukan. Di Gunungkidul, sejum-lah sekolah mulai secara serius mengintesnsifkan latihan.

Guna mengasah kemampuan peserta, dilaksanakan latihan secara rutin. Kemarin (3/8), pe-serta mengikuti latihan di seko-lah. Dari uji coba ini setiap saat perkembangan peserta selalu dipantau kemudian dikoreksi.

“Kegiatan latihan selesai, dila-kukan evaluasi bersama untuk melihat perkembangan kemam-puan anak didik binaan,” kata Pembina Gudep SDN Bedoyo, Ponjong, Kingkin Pujiastuti.

Jika terdapat kendala, dalam pertemuan itu akan dibahas secara intensif. Termasuk, men-carikan solusi terkait kendala dalam latihan menjelang ISC yang dilaksanakan selama dua hari mulai 6 -7 Juli mendatang.

“Strategi seperti itu sangat efek-tif. Dengan demikian kemam-puan anak didik dapat terpantau setiap saat. Kami tidak bicara juara namun, kami tertarik dengan tujuan utama dari kegiatan ISC yakni mendidik anak mandiri menyesuaikan dengan umur masing-masing,” jelasnya.

Menurut Kingkin, hal itu menjadi modal utama bagi delegasi Gunungkidul me-nyongsong pelak-sanaan ISC 2015–2016 bersama Antangin Ju nior tingkat provinsi. Sisa waktu tiga hari akan bisa digunakan setiap peserta untuk mengintensifkan latihan.

“Kami berharap, waktu yang ada dapat digunakan semaksi-mal mungkin. Dengan demikian, saat hari H, semua peserta siap,” tuturnya.

Disinggung mengenai target, Kingkin hanya melepas senyum. Dia mengaku cukup optimis pe-serta dapat menjalankan seluruh rangkaian kegiatan ISC secara maksimal. Selama ini peserta sudah cukup memiliki bekal.

“Kami tidak tahu kalau per-siapan di sekolah lain. Khusus SDN Bedoyo, usia anak kelas IV sudah ikut kegiatan pramuka, jadi tinggal mengasah kemam-puan dan nyali saja,” tegasnya.

Pihaknya juga menyambut baik sekaligus berterim-kasih kepada orang tua wali murid karena men-dukung penuh kegia-tan ISC. Meski peserta masih usia anak, namun sudah diajarkan cara untuk mandiri dan bersosialisasi.

“Jadi, kami meyakini modal awal ini akan ber manfaat dikemudian hari. Kami berterimkasih karena diberi ruang dan kesempatan mengasah kemampuan anak. Terima kasih kepada kepala se-kolah,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Bedoyo, Yatmi mengatakan, sebagai pembina mendorong ke-giatan anak untuk hidup mandiri. Dia berharap kegiatan ISC mampu berkompetsisi dengan baik dan bisa lolos tingkat nasional. “Se-moga impian bisa berangkat ke Amerika Serikat dapat terwujud,” tandas Yatmi. (gun/dem/ong)