SLEMAN – Agustus ini, calon jamaah haji (calhaj) asal Sleman akan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci. Selama di sana, para calhaj diminta untuk mewaspadai penyebaran virus Mers-Cov atau yang lebih dikenal dengan sebutan virus unta.

Imbauan itu disampampaikan Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek usai membuka Konferesi Asia Global Green Healty di Royal Ambarrukmo Hotel, Rabu (3/8). “Para jamaah harus benar-benar bisa menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji,” jelas Nila.

Menurutnya, pemerintah Indonesia sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Arab Saudi dalam upaya pencegahan virus tersebut. Dan bila ada jamaah Indonesia yang menderia gejala-gejala terserang virus itu, akan dilakukan karantina terlebih dahulu di Arab Saudi, sebelum kembali ke Indonesia.

“Indikasinya panas yang cukup tinggi. Namun harus ada pemeriksaan lebih lanjut untuk membuktikan apakah jamaah positif virus atau tidak,” jelasnya.

‪Dia menjelaskan, virus unta ini cukup rentan menyerang jamaah haji risiko tinggi (risti). Itu terutama mereka yang berusia di atas 60 tahun. Bila nantinya ada jamaah haji yang tidak sehat, akan dilakukan tindakan pengobatan.

Di Sleman sendiri, dari 933 calon jamaah haji sebanyak 3 persennya tergolong dalam risti. Kementerian Agama akan memberikan tanda khusus bagi calon jamaah yang masuk dalam kelompok risti. Risiko tinggi pada calon jamaah haji dilihat dari faktor usia. Terutama usia di atas 55 tahun.

Selain umur, calon jamaah yang masuk dalam kategori risti juga bisa disebabkn karena penyakit. Mereka yang dikategorikan kelompok risti di antaranya menderita hipertensi, jantung, dan diabetes.

Nah, menyikapi itu Kementerian Agama akan memberikan tanda khusus bagi calon jamaah yang masuk dalam kelompok risti. Bagi yang masuk dalam kelompok risti, dia meminta kepada calon jamaah untuk menjaga kesehatan. (bhn/din/ama)