GUNUNGKIDUL – Target meraih tiket tingkat nasional, menjadi kewajiban buat Kwarcab Gunung-kidul pada ajang bergengsi In-donesia Scouts Challenge (ISC), 6 – 7 Juli mendatang. Dalam ke-giatan kerja sama dengan An-tangin Junior Regional Champi-onship tersebut, Sekretaris Kwar-cab 1203 Gerakan Pramuka Gunungkidul Edy Suryanto ber-harap miskin pengalaman dalam ISC tidak membuat patah seman-gat. Dukungan penuh dari wali murid dan pihak sekolah men-jadi titik awal kesuksesan kegia-tan seleksi tingkat kabupaten.

“Meski terkendala sosialisasi dan minimnya waktu, ternyata tidak menyurutkan semangat mengikuti kegiatan pramuka modern ini. Terbukti, ada satu sekolah mengirimkan peserta lebih dari satu regu,” kata Edy Suryanto .

Strategi utama yang diandalkan adalah mengintensifkan latihan. Modal untuk itu, dimiliki Gunung-kidul karena pesertanya, memi-liki keuletan dan nyali besar. Diyakini, proses seleksi bakal berlangsung cukup ketat.

“Apalagi didukung dengan kon-disi geografis, dimana anak-anak yang terbiasa bermukim di dae-rah dapat meningkatkan kemam-puan. Mudah-mudahan ini me-lancarkan strategi kami,” tuturnya
.Optimisme meraih tiket nasional juga berlatar belakang adanya semangat positif dari kepala dae-rah yang memberi dukungan penuh. Kehadiran Bupati Gunungkidul, Badingah dalam acara pembu-kaan ISC, menurut rencana di lapangan Puslatpur, Paliyan me-nambah semangat untuk bisa menembus ke tingkat nasional. “Target kami, minimal sampai tingkat nasional,” tegasnya.

Soal peserta lain daerah yang dihadapi, Edy menyatakan, ke-mampuan anak-anak Gunung-kidul sebenarnya tak beda jauh dengan anak di daerah lain. Baik dalam urusan mental peserta dan strategi permainan.

“Secara tim kami sudah siap, kami tinggal mengintensifkan latihan,” ujarnya. Untuk persiapan awal sen-diri, hari ini (kemarin) men-jadi kesempatan akhir pendaf-taran. Namun demikian pihaknya belum mendapat laporan pas-ti ada tidaknya penambahan peserta tersebut.

Diharapkan, kegiatan ini harus diambil po-sitifnya, sebagai destinasi untuk memperkaya bentuk gerakan kepanduan. “Kegiatan pramuka model se-perti ini baru pertama kali di Gunungkidul. Prinsipnya ka-rena positif maka harus maksi-mal dalam pelaksanaan,” tan-dasnya. (gun/dem/ong)