GUNUNGKIDUL – Tugas tim panitia dan tim penguji perang-kat desa tidak mudah. Jika ber-masalah, risikonya cukup berat, karena harus berhadapan dengan hukum. Seperti kasus di Desa Purwodadi, Tepus, pengisian jabatan kepala urusan keuangan (kaur) berbuntut panjang.

Salah seorang peserta se-leksi membawa perkara du-gaan keteledoran tim seleksi perangkat desa itu ke ranah hukum. Gara-garanya, peserta ujian bernama Suranto tidak diajukan sebagai perangkat terpilih, padahal mendapat nilai tertinggi dari tes itu.

“Jika melihat hasil nilai ujian, seharusnya saya diusulkan untuk dilantik. Namun justru panitia mengusulkan peraih nilai di bawahnya,” kata Su-ranto kemarin (3/8).

Dia men-jelaskan, upaya klarifikasi su-dah dilakukan. Pertama, dikatakan kalau be-rita acara dan surat pengajuan sudah terlanjur sampai di keca-matan. Setelah ditelusur dinya-takan Camat Tepus Sukamto, surat pengajuan perangkat desa terpilih belum disampaikan.

“Saya seperti dipingpong. Ke-tua panitia dan tim penguji su-dah saya temui dan membenar-kan nilai saya tertinggi. Namun mereka tidak mau mengubah berita acara dengan alasan be-rita acara tidak bisa sembarang-an dibuat. Padahal semestinya bisa diralat karena itu kekeli-ruan tim penguji dan panitia,” ujarnya.

Karena merasa tidak mendapat keadilan, dia meminta camat menyelesaikan persoalan itu. Namun sayang, harapan tinggal harapan karena pelantikan justru ditunda.

“Upaya untuk merevisi berita acara yang dibuat karena kete-ledoran panitia tidak dilakukan. Karena saya menuntut keadilan, maka memilih lapor ke Polda DIJ. Ini ada unsur pidana,” te-rangnya.

Tidak cukup sampai di situ, peserta yang juga kader parpol ini juga mengadu kepada Om-budsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ-Jateng. Dikatakan, langkah yang ditem-puh bukan untuk mencari ma-salah, melainkan demi tegaknya keadilan.

“Nilai saya 78 namun ditulis 72, sehingga yang peraih nilai 77 diajukan kemudian diralat kalau saya tertinggi dengan nilai 78. Kalau menyadari kesa-lahan, kenapa berita acara tidak bisa diubah,” ucap warga Ng-ade-ande itu.

Terpisah, Camat Tepus Su-kamto mengakui belum men-gagendakan pelantikan perang-kat desa untuk posisi Kaur Keu-angan Desa Purwodadi. Hal itu lantaran nama yang diajukan tidak sesuai hasil ujian perang-kat desa.

“Akhirnya usulan kami tolak,” katanya.

Dengan persoalan itu pihaknya merekomendasi untuk dilaku-kan seleksi ulang. Menurutnya, berita acara bisa diralat, namun karena sudah masuk kecama-tan maka tidak bisa diperbaiki, sehingga dilakukan seleksi ulang. Sementara itu Kades Purwodadi Sucipto hingga pe-tang kemarin belum bisa di-konfirmasi mengenai persoa-lan itu. (gun/laz/ong)