GUNUNGKIDUL – Kasus pembunuhan seorang perempuan di taman hutan rakyat (Tahura), Playen, 23 Juni 2016 lalu, ber-hasil dibongkar jajaran kepoli-sian Polres Gunungkidul. Karena berusaha kabur saat ditang-kap, kaki tersangka pun dilum-puhkan dengan timah panas.

Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi mengatakan, tersangka diketahui bernama Sarno, warga Wedi, Klaten. Ia ditangkap saat berada di rumah pasangan selingkuhannya di wilayah Playen, Selasa (2/8) malam sekitar pukul 24.00.

“Tersangka sudah lama kita intai. Namun memang sangat licik,” kata Kapolres Gunung-kidul AKBP Nugrah Trihadi kemarin (3/8) petang.

Perem-puan korban pembunuhan ini ternyata seorang guru SMPN 2 Pedan, Klaten, bernama Na-nik Widiyanti.Dia menjelaskan, penangka-pan pelaku pembunuhan be-rawal dari kecurigaan petugas mengarah kepada seseorang yang disebut salah satu saksi mau meminjamkan uang ke-pada korban.

Waktu itu Nanik bermaksud meminjam uang Rp 5 juta dengan alasan mem-bayar takjil dan beberapa ke-perluan lain.

Berbekal informasi ini, petu-gas terus menyelidiki hingga ada rekaman CCTV di sebuah anjungan tunai mandiri (ATM) berisi penarikan uang di re-kening milik korban oleh seo-rang perempuan warga Playen. Petugas menelusuri sosok pe-rempuan yang kemudian di-ketahui merupakan selingkuhan tersangka.

“Nah, malam itu kami berhasil menangkap ter-sangka di rumah perempuan tersebut,” ujarnya.

Namun saat akan digelandang ke mapolres, pelaku berusaha kabur. Petugas pun melumpuhkannya dengan timah panas.Kepada polisi, Sarno menga-ku mencekik korban di perba-tasan Klaten dengan Gunung-kidul di sekitar Watugajah, Gedangsari. Upaya itu dilaku-kan karena tersangka akan merampas motor milik guru PNS yang bersuami itu.

Setelah korban lemas, kemu-dian diikat ditubuh pelaku dan diboncengkan dengan ken-daraan milik korban menuju Wonosari. Sampai di kawasan Tahura Playen, kepala korban kembali dibenturkan dengan batu, lalu kemudian dibakar dan ditutup jaket.

“Namun api mati sehinga wajahnya masih bisa dikenali,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Gunung-kidul AKP Mustijat Priyam-bodo mengungkapkan, setelah dilakukan pengembangan, di-ketahui Sarno merupakan re-sidivis di Klaten. Tersangka terlibat dalam rentetan keja-hatan seperti penggelapan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

“Pelaku kami jerat dengan Pasal 338 KUHP yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” kata Mustijat. Seperti diberita-kan,
Kamis (23/6) sore pukul 17.00 ditemukan mayat tanpa identitas di kawasan Tahura, Bunder, Playen. Kondisi may-at mengenaskan. Ada bekas jeratan di leher, dan terba-kar. (gun/laz/ong)