TANPA PALANG PINTU: Rombongan PT KAI DAOP VI DIJ meninjau perlintasan Ngulakan, Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap menggunakan lori memastikan perlintasan tanpa palang pintu itu ditutup, kemarin (3/8)

KULONPROGO-Manajeer Jembatan dan Jalan DAOP VI Mohammad Zakir menyatakan, total jumlah perlintasan baik yang resmi dan yang tidak resmi di wilayah DAOP VI ada 499 titik. Karena rawan laka, perlintasan tidak resmi yang sebidang ditutup. Untuk penutupan ini, PTA KAI berkoordinasi dengan dishub, kepolisan dan pemerintah desa setempat.

PT KAI DAOP VI, lanjutnya, selama ini sudah melakukan sosialiasi kepada masyarakat dan pemasangan rambu untuk tidak melewati perlintasan tidak resmi. Kendati demikian masih ada yang nekad yang akhirnya terjadi kecelakaan.

“Itu menunjukkan sosialiasi dan rambu yang kami pasang banyak yang tidak diindahkan,” lanjutnya.

Kepala Desa Argorejo Kecamatan Kokap Adi Purnomo mengungkapkan, kecelakaan yang mengakibatkan salah satu warganya meninggal dunia di perlintasan Ngulakan menjadi pertimbangan sehingga perlintasan di Ngulakan itu harus ditutup.

“Kami berharap tidak ada lagi warga kami yang menjadi korban. Penutupan ini juga sudah atas kesepakatan warga, karena juga masih ada jalan alternatif yang lebih aman,” harapnya.

Sebelumnya, PT KAI menutup sejumlah perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu dan penjagaan di wilayah Kulonprogo. Penutupan ini dengan alasan keamanan, karena rawan kecelakaan. Salah satu perlintasan yang ditutup adalah yang berada di Ngulakan, Hargorejo, Kokap. Pada musim Lebaran lalu di lokasi ini terjadi kecelakaan dan mengakibatkan korban jiwa.

“Perlintasan kereta api tanpa palang pintu dan penjagaan yang akan ditutup mulai dari wilayah Prambanan hingga Wojo yang masuk wilayah PT KAI DAOP VI. “Dengan penutupan ini praktis hanya sepeda motor atau pejalan kaki saja yang bisa melintas,” jelasnya Kepala Humas PT KAI DAOP VI Eko Budiyanto.(tom/dem)