MUNGKID – Kantor Pelayanan Pajak Pramata Magelang mulai mengikuti langkah presiden menjalankan program pengampunan pajak. Sebanyak 70 orang mengikuti sosialisasi program pengampunan pajak di Kecamatan Muntilan. Mereka merupakan pelaku usaha yang beroperasi di sekitar Muntilan.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pramata Magelang Wiratmoko mengatakan, sosialisasi ini merupakan acara yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Magelang. Program pengampunan pajak akan dikawal Presiden Joko Widodo. Karenanya, ia minta para wajib pajak (WP) tak perlu khawatir datanya disalahgunakan.

Wiratmoko mengatakan, program ini merupakan upaya membenahi persoalan pajak di Indonesia. Amnesti pajak adalah program pembebasan pajak yang sudah terhutang. Para WP tidak dikenakan sanksi administrasi maupun pidana perpajakan. “Caranya dengan menyampaikan harta yang belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) setahun terakhir,” papar Wiratmoko, Rabu (3/8).

Menurutnya, program pengampunan pajak merupakan fasilitas yang luar biasa. Karenanya, ia minta kesempatan tersebut dimanfaatkan maksimal.

“Tolong dimanfaatkan, karena tebusan pajaknya rendak sekali cuma 2 persen. Kalau tidak jujur, konsekuensinya lebih berat. Jika ditemukan dikemudian hari, akan dikenakan tarif pajak biasa. Bahkan ditambah denda 200 persen,” ungkapnya.

Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Muntilan Supardi mengatakan, di Kabupaten Magelang ada 36 ribu WP. Ia berharap melalui program pengampunan pajak, para WP berbondong-bondong mengikuti program yang dijalankan pemerintah. Program tersebut dijalankan secara tiga tahap. Tahap pertama akan diterapkan hingga 30 September 2016. Sementara tahap kedua, dijalankan hingga batas waktu 31 Desember 2016 dan tahap ketiga hingga 31 Maret 2017. (ady/hes)