Kasus pembunuhan seorang perempuan di taman hutan rakyat (Tahura), Playen, 23 Juni 2016 lalu, berhasil dibongkar jajaran kepolisian Polres Gunungkidul. Kepada polisi, Sarno mengaku mencekik korban di perbatasan Klaten dengan Gunungkidul di sekitar Watugajah, Gedangsari. Upaya itu dilakukan karena tersangka akan merampas motor milik guru PNS yang bersuami itu.

Setelah korban lemas, kemudian diikat ditubuh pelaku dan diboncengkan dengan kendaraan milik korban menuju Wonosari. Sampai di kawasan Tahura Playen, kepala korban kembali dibenturkan dengan batu, lalu kemudian dibakar dan ditutup jaket. “Namun api mati sehinga wajahnya masih bisa dikenali,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Mustijat Priyambodo mengungkapkan, setelah dilakukan pengembangan, diketahui Sarno merupakan residivis di Klaten. Tersangka terlibat dalam rentetan kejahatan seperti penggelapan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

“Pelaku kami jerat dengan Pasal 338 KUHP yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” kata Mustijat.

Seperti diberitakan, Kamis (23/6) sore pukul 17.00 ditemukan mayat tanpa identitas di kawasan Tahura, Bunder, Playen. Kondisi mayat mengenaskan. Ada bekas jeratan di leher, dan terbakar. (gun/laz/ama)