MUNGKID – Warga Desa Paripurno, Salaman resah dengan adanya aktivitas penambangan ilegal di Dusun Bandungan yang ada di Bukit Sigandul. Aktivitas penambang yang berlangsung setahun itu adalah penambangan emas.

Keluhan yang dirasakan, selain mencemari lingkungan, warga khawatir dampak penambangan bisa mengakibatkan bencana tanah longsor.

Para pelaku penambangan bukan warga lokal. Mereka datang dari luar daerah Magelang. Yakni dari Sulawesi, Irian Jaya, dan lainnya.

“Aksi para penambang liar sudah berlangsung sejak tahun lalu. Sayangnya, tidak ada tindakan dari pemerintah,” keluh Agus, 34, warga Paripurno, Rabu (3/8).

mereka melihat pelaku penambangan sekitar 15 orang. Di lokasi tersebut, ada lubang dengan kedalaman 15 meter dan berada di tanah salah satu warga setempat. Meski satu lubang, warga menduga lubang menjalar ke beberapa jalur. Termasuk ada dugaan melanggar batas tanah milik warga lain. “Para pelaku penambangan tidak bisa bahasa jawa,” katanya.

Setiap memperoleh hasil, mereka mengangkutnya menggunakan mobil bak terbuka. Pengangkutan dilakukan seminggu sekali ke luar desa tersebut. Sebelum diangkut, pelaku tambang membersihkan dahulu di alur sungai dusun sekitar. “Informasi yang berkembang pengolahan emas dilakukan di Kecamatan Kajoran,” ungkapnya.

Santo, juga warga Paripurno menambahkan, mereka meyakini penambangan emas tidak hanya dilakukan di desa tersebut. ada dugaan penambangan berkembang ke desa lain.

Dengan adanya aktivitas tersebut, air sungai di Dusun Bandungan menjadi tercemar. Warga khawatir lubang bekas galian juga rawan ambrol.

“Warga berharap segera ada penutupan. Warga resah, namun tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magelang Imam Basori mengaku sudah tahu aktivitas penambangan di Lereng Perbukitan Menoreh. Ia pernah mendatangi lokasi dan meminta menutupnya. Namun ia tidak mengetahui jika aktivitas tambang kembali dimulai.

“Waktu itu kami baru memberi peringatan. Karena wewenang penambangan ada ditangan Pemprov Jateng,” katanya.

Imam mengaku, sudah mengorek informasi dari pelaku tambang. Ia tidak mengelak aktivitas tersebut merupakan penambangan emas. “Memang infonya, mereka menambang emas,” kata Imam.

Imam berjanji akan kembali mendatangi lokasi tambang tersebut. Tujuannya, menindaklanjuti laporan aktivitas penambangan ilegal tersebut.

Kepala Kepolisian Resort Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho mengaku juga akan mengerahkan anggotanya menelusuri penambangan tersebut. Rencananya, Kamis (4/8)akan meninjau lokasi tambang. Tidak menutup kemungkinan Polisi menutup aktivitas tambang emas tersebut.(ady/hes)