MUNGKID – Aktivitas penambangan emas ilegal ditutup petugas gabungan Kepolisian Resort Magelang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan pegawai Bidang Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Magelang. Tim gabungan ini menutup lokasi tambang dan mengamankan sejumlah pelaku, Kamis (4/8).

Sebelumnya, warga Desa Paripurno, Kecamatan Salaman mengeluhkan adanya penambangan illegal tersebut. Selanjutnya mereka melaporkan pada petugas. Atas laporan tersebut, selanjutnya mendatangi lokasi tambang.

“Petugas mengamankan 4 orang dan barang bukti dari lokasi kejadian,” kata Kasubag Humas Polres Magelang AKP Sugiyanto, Kamis (4/8).

Dari empat orang tersebut, dua di antaranya pekerja tambang asal Tasikmalaya, Jawa Barat. Sementara satu orang pemilik lahan Nur Khamid, 55, dan Satrio, pengelola tambang emas yang juga warga Kecamatan Kajoran. Saat penggrebekan ada beberapa pekerja yang berhasil melarikan diri.

“Kami periksa secara intensif di Mapolres Magelang,” kata Sugiyanto.

Polisi belum menetapkan tersangka. Mereka diduga melakukan pelanggaran hukum sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba. Tepatnya, Pasal 158 tentang Izin Penambangan. “Ancaman hukuman kurungan maksimal 10 tahun,” jelasnya.

Selain mengamankan pelaku, dari lokasi kejadian polisi mengamankan barang bukti. Di antaranya, 9 karung hasil tambang, peralatan tambang seperti betel, gancu, blower, dan palu.

Sugiyanto memastikan aktivitas tersebut merupakan penambangan emas ilegal.

“Pelaku yang diamankan masih diambil keterangannya. Polisi belum melakukan penahanan. Kami juga mendatangi lokasi pengolahan tambang di Kecamatan Kajoran,” ungkapnya.

Staf Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Magelang Sukandar mengatakan, sebelum Lebaran, petugas Satpol PP telah menghentikan aksi penambangan ilegal tersebut. Saat itu, pelaku menandatangani surat pernyataan menghentikan penambangannya hingga pengurusan izinnya keluar.

“Kenyataannya pengurusan izin belum selesai, mereka melakukan aksi penambangan,” katanya.

Setelah mendapat laporan, petugas Satpol PP juga mendatangi lokasi. Ia memastikan kegiatan itu ilegal. Ia juga memasang stiker larangan melakukan penambangan di Dusun Bandungan, Desa Paripurno.(ady/hes)