Radar Jogja Online
IKUT SESALKAN: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Yogyo Susaptoyono
MAGELANG – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Yogyo Susaptoyono menyesalkan sikap arogan yang dipertontonkan pejabat dinas pasar dan aparat Satpol PP Kota Magelang terkait pelaksanaan pengajian Pahingan. Adegan yang terekam video dan tersebar luas ke media sosial ini menjadi bukti bahwa mereka tidak becus menjadi pejabat.

Senada dikatakan anggota DPRD dari Partai Gerindra Soeharno. Ia menilai sikap arogan yang dipertontonkan pada masyarakat tersebut, jelas tak mempunyai etika seorang pejabat pemerintah. Semestinya, seorang pejabat harus memberikan teladan bagi masyarakat. Bukan sebaliknya, bersikap sombong dan arogan.

“Mereka itu datang dari berbagai daerah. Tidak hanya dari Kabupaten Magelang. Ada yang datang dari Temanggung, Wonosobo, dan Purworejo,” kata Soeharno, Kamis (4/8).

Selama ini, para pedagang sembari mendengarkan pengajian, mereka berjualan. Ini tidak ada yang terganggu.

Toh, mereka tidak setiap hari berjualan di areal tersebut. Ini yang tidak difahami pejabat tersebut,” sindir Soeharno.

Soeharno yang juga mantan Sekda Pemkab Magelang ini menegaskan, tindakan pejabat Pemkot Magelang tidak beralasan. Meski mereka bertindak pada pedagang tiban dengan dalih menjaga kebersihan untuk Adipura.

Selama ini, lanjut Soeharno, sampah dari Kota Magelang dibuang di TPA yang ada di Kabupaten Magelang. “Jadi, para pejabat itu tidak mengetahui sejarah,” katanya.

Untuk itu, sikap arogan yang dipertontonkan pada masyarakat Kabupaten Magelang tersebut tidak boleh memicu kebencian dan ketegangan masyarakat Kabupaten Magelang. Kondisi seperti ini yang dikhawatirkan.

“Jangan sampai terjadi ketegangan berkelanjutan. Masalah ini segera diselesaikan,” pintanya.

Sebelumnya, tersebar video pejabat Dinas Pasar Kota Magelang emosi. Persoalannya terkait pemindahan pedagang Pasar Pahingan di sekitar masjid. Mereka yang berjualan kebanyakan warga Kabupaten Magelang dan Purworejo.Video tersebut ditanggapi akun twitter DPRD Kabupaten Magelang.

“Adakah yg salah dengan warga kami di kabupaten Magelang? Hingga mereka dikesankan mengganggu keindahan kota?” demikian tanggapan akun twitter DPRD Kabupaten Magelang.(ady/hes)