MAGELANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melontarkan kalimat yang cukup mengejutkan bagi Pemkot Magelang. Dalam rapat koordinasi nasional tim pengendalian inflasi daerah (TPID) VII di Jakarta, Kamis (4/8), Presiden Jokowi menyebut Kota Magelang termasuk salah satu daerah dengan uang APBD paling banyak mengendap di bank.

Sontak, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito membantah hal tersebut. Sigit meminta publik tak tergopoh-gopoh menanggapi pidato presiden. “Nggak benarlah. Wong APBD kami saja nggak sampai Rp 1 triliun,” katanya usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kota Magelang kemarin (5/8).

Sigit menegaskan, pemkot selalu melaporkan progres APBD setiap bulan. Menurutnya, selama belanja sejak Januari hingga Agustus, APBD dibelanjakan untuk beberapa kegiatan. Baik belanja langsung maupun tidak langsung. Termasuk untuk belanja pegawai. Dengan begitu, secara logika uang di kas daerah telah berkurang.

“Kalau benar punya uang sebesar itu (Rp 1,1 triliun), ya, alhamdullilah,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Kota Magelang Larsita menambahkan, pihaknya rutin melaporkan kondisi keuangan daerah ke Ditjen Pembangunan Daerah, Kementerian Keuangan RI. Nilai total APBD Kota Magelang tahun ini hanya Rp 888,5 miliar.

Menurutnya, laporan kas daerah yang disampaikan ke pusat per 31 Mei 2016 sebesar Rp226 miliar dan deposito Rp15 miliar. “Kami sangat menyayangkan data yang diberikan kepada Pak Presiden tidak valid dan sembrono,” sesalnya.

Dikatakan, sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebesar Rp 201 miliar. Hal itu makin menguatkan dugaan bahwa informasi ada uang APBD mengendap di bank Rp 1,1 triliun tidak benar.

“Kami tidak tahu data yang diberikan kepada Pak Presiden itu dari mana,” jelasnya.(nia/yog/ong)