GUNUNGKIDUL – Proses pengisian perangkat desa di Gunungkidul kembali memicu persoalan. Kali ini di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, sejumlah pemuda mendatangi balai desa setempat terkait adanya dugaan pungli.

Belasan pemuda itu ingin mengetahui proses pengisian perangkat yang dilakukan beberapa waktu lalu. Karena isu yang berkembang, calon perangkat desa yang lolos seleksi dimintai uang oleh panitia.

Besaran pungutan bervariasi dan disesuaikan dengan jabatan. Untuk dukuh, peserta ditarik Rp 8 juta, sedang posisi staf ditarik Rp7 juta. Jika dijumlahkan, pihak desa memperoleh dana Rp 37 juta.

Koordinator aksi Surya Wijaya mengatakan, kedatangan ke balai desa untuk klarifikasi pungutan sumbangan kepada peserta tes perangkat yang lulus ujian. Menurut dia, sumbangan itu tidak sesuai dengan aturan, sebab dalam Peraturan Daerah No 4/2015 tentang Perangkat Desa tidak mengatur hal tersebut.

“Tadi dijawab (perangkat desa) uang digunakan untuk syukuran. Tapi, saat kami tanya rincian detail penggunaan anggaran baru bisa menyampaikan Senin depan. Katanya syukuran, kok sepi tidak ada apa-apa selama ini,” kata Surya usia beraudiensi dengan Kades Bejiharjo, kemarin (5/8).

Dia berharap agar desa transparan dalam penggunaan anggaran. Transparansi penting demi penyelenggaraan pemerintahan atau pembangunan di Bejiharjo yang lebih baik lagi. Pihaknya tidak memiliki niat buruk, namun demi transparansi saja.

Terpisah, Kades Bejiharjo Yanto mengakui adanya uang sumbangan dari kelima perangkat desa terpilih hasil seleksi. Namun, dia menegaskan, uang itu bukan pungutan melainkan hasil sumbangan sukarela.

“Sebelum pelantikan, kami sudah koordinasi. Lalu oleh kelima calon iuran dan itu berdasar atas inisiatif calon dan bukan dari desa,” kata Yanto.

Dia menjelaskan, patungan kelima calon terkumpul uang Rp 37 juta. Dana ini digunakan keperluan syukuran mulai dari makan-makan dan pentas hiburan elekton hingga sewa peralatan pada saat pelantikan 19 Juli lalu. Menurut dia, kegiatan syukuran tidak ada kaitan dengan proses seleksi, karena murni inisiatif dari para calon, sehingga biaya ditanggung masing-masing. (gun/ila/ama)