SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
BRUTAL : Para pemain Persinga Ngawi mengeroyok asisten wasit Iswah Indiarto di MIS kemarin (7/8).
SLEMAN – Alot dan keras. Dua kartu merah dan dua kartu kuning dikeluarkan wasit Hipni dalam pertandingan PSS Sleman vs Persinga Ngawi di Maguwoharjo Internasional Stadium (MIS) kemarin (7/8). PSS unggul 3-0 lewat gol Tri Handoko di menit ke 4 dan 11, serta Riski Novriansyah di menit 62. Hasil ini menempatkan PSS Sleman di puncak klasemen sementara Indonesia Soccer Championship (ISC) B Grup 5.

Laga sempat dihentikan di menit ke-61. Hal itu setelah asisten wasit 2 asal Bandung Iswah Indiarto jadi bulan-bulanan sejumlah pemain Persinga. Tindakan tidak sportif itu terjadi setelah PSS Sleman mencetak gol ketiga lewat tendangan keras Riski Novriansyah. Bola mengenai tiang bagian atas dan memantul ke bawah. Gol tersebut dinilai tim tamu kontroversial karena bola belum melewati garis.

Iswah yang mengesahkan gol itu dikeroyok sejumlah pemain Persinga. Dia mengalami memar di wajah bagian kanan dan kiri, serta pinggang. Semuanya karena bekas pemukulan dan terdapat bekas sepatu.

Sebelumnya pada babak pertama, asisten wasit 1 Asep Rohaendi asal Bandung juga mengalami pemukulan pemain tamu. Itu setelah pada menit ke-4 PSS mencetak gol melalui sundulan Tri Handoko yang memantul ke tanah. Gol tersebut diprotes oleh pemain-pemain Persinga. Iswah yang tidak mampu melanjutkan pertandingan kemudian digantikan wasit cadangan Ginanjar Rahman Latif.

Tim tamu yang tidak puas dengan kepemimpinan wasit sempat keluar lapangan setelah terjadi aksi pemukulan dengan perangkat pertandingan di menit 61. Pengawas pertandingan memberi waktu 2×15 menit untuk meminta tim tamu kembali bermain.

Saat kembali ke lapangan, tim asal Jatim itu harus bertanding dengan sembilan pemain di 24 menit sisa pertandingan. Itu setelah M Fakhur Rosi dan Andre Eka Prasetya diusir wasit. “Dikeluarkan karena dinilai yang ikut melakukan pemukulan dan memprovokasi pemain lain. Yang jelas emua yang terjadi di pertandingan ini akan kami laporkan ke operator beserta bukti yang ada,” kata Pengawas Pertandingan Muh Nur Susilo.

Permainan kedua tim sejak awal diprediksi ketat. Sebab hasil pertandingan mempengaruhi siapa yang berhak bertengger di puncak klasemen ISC-B Grup 5. Sejak awal, tim tuan rumah langsung menekan tim tamu. Hasilnya, di menit ke-4, meneruskan umpan silang Risky Novriansyah, striker Tri Handoko langsung melompat dan menanduk bola ke arah gawang.

Asisten wasit menilai bola melewati garis gawang meskipun sebelumnya langsung dibuang keluar kiper Persinga Moch Pujiantoro. Persinga lantas memprotes gol tersebu, beberapa pemain mengejar dan memukuli hakim garis Asep Rohendi termasuk wasit Hipni. Laga sempat terhenti 10 menit.

Setelah laga kembali dilanjutkan, PSS menggandakan keunggulan di menit 16. Lagi-lagi Tri Handoko mencatatkan namanya di papan skor. Tendangan kerasnya di kotak penalti tak mampu dihalau penjaga gawang. Rehat babak pertama, tuan rumah unggul 2-0.

Memasuki babak kedua, Persinga sempat mencetak gol melalui sundulan Fakhur Rosi saat babak kedua belum genap dua menit. Namun gol itu dianulir wasit karena dinilai terlebih dulu terperangkap offside.

Tindakan tidak terpuji pecah di menit ke-58. Kembali protes tim tamu karena menilai dicurangi wasit. Tendangan Riski Novriansyah yang sebelumnya membentur mistar bagian atas memantul ke bawah dan dinilai wasit telah melewati garis. Penjaga gawang Persinga menilai sebaliknya.

Pelatih Persinga M Hasan menuding mafia pertandingan telah bermain di laga tersebut. Ia jelas mengaku kecewa sebab merasa dicurangi wasit. “Kalian lihat sendiri pertandingannya. PSS sudah berapa kali pertandingan seperti ini. Nanti bisa dilihat gol pertama, nanti bisa dilihat videonya. Secara permainan, kami sudah dirusak setelah gol pertama. Jika itu tidak muncul maka hasilnya bisa beda. Saya tidak akan lapor ke operator, pasrah. Mafia sudah berjalan,” ungkapnya.(riz/din/ong)