MUNGKID – Pemkab Magelang melakukan perekaman kartu tanda penduduk (KTP) ke siswa cukup umur di sejumlah sekolah. Total ada 1.000 warga yang melakukan perekaman dan memiliki KTP pemula. Sebagian besar dari mereka masih berstatus pelajar.

“Perekaman tahun ini dilakukan oleh dinas dengan cara jemput bola,” kata Kepala Bidang Informasi dan Data Disdukcapil Kabupaten Magelang M Ali Faiq Senin (8/8).

Selama proses ini berjalan, ia minta para kepala sekolah lebih proaktif menjalin komunikasi dengan dinas. Tahun ini, Disdukcapil sudah melakukan perekaman data siswa cukup umur di sejumlah sekolah. Perekaman itu dilakukan sesuai permintaan dari sekolah.

Tahun depan, Disdukcapil juga kembali melakukan perekaman KTP pemula di sekolah-sekolah lain. Untuk itu, Disdukcapil minta kepala sekolah bisa mengirimkan surat permintaan perekaman ke dinas. Diharapkan, perekaman data KTP pemula bisa meningkat dan terus bertambah.

“Tahun ini, perekaman belum dilanjutkan kembali, mengingat material keping e-KTP juga terbatas,” imbuhnya.

Selain perekaman KTP pemula, dinas juga melakukan perekaman terhadap warga lanjut usia. Kegiatan tersebut dilakukan dengan jemput bola.

“Kalau untuk perekaman lanjut usia berdasarkan permintaan kepala desa masing-masing,” terangnya.

Sejauh ini, ada beberapa desa yang sudah melakukan perekaman. Antara lain Desa Giriwetan, Kecamatan Secang dan Desa Ngrancah,Kecamatan Grabag.

“Kami berharap kades lain segera mengajukan permintaan perekaman. Selama ini juga sudah diberikan sosialisasi. Kalau bisa nanti sekalian permintaan akta,” katanya.

Menurut Faiq, sampai kini masih banyak warga Kabupaten Magelang yang belum memiliki KTP. Untuk mengetahui jumlah pastinya, dinas akan melakukan validasi pada Agustus ini.

“Validasi dilakukan untuk mengetahui data warga sesungguhnya. Bisa jadi ada yang meninggal dunia, ada yang pindah, dan lainnya,” katanya.(ady/hes)