DOKUMEN PRIBADI
LINCAH: Chiara Insani Dewi saat beraksi melatih zumba. Sudah dua tahun ini Chiara menjadi instruktur senam, terutama untuk zumba.

Chiara Akui Tak Pernah Sakit

ERA yang serba modern ini masih banyak anak muda yang tidak mau menerapkan pola hidup sehat. Terlebih banyaknya makanan yang serba instan dan aktivitas malam yang menjadi kegiatan wajib mereka. Padahal menjaga pola hidup sehat sejak dini menjadi bekal di masa tua kelak.

Itu pula yang dirasakan oleh Chiara Insani Dewi, 36. Ditemui di DM Fitness, dia berbagi pengalamannya memulai pola hidup sehat selama dua tahun terakhir.

Chiara, sapaannya, menuturkan berawal dari coba-coba mengikuti training senam zumba, ibu satu anak ini memantapkan diri untuk terjun menjadi instruktur zumba selama dua tahun. “Dulu saya kerja sebagai sekretaris di Jakarta selama sepuluh tahun terus pindah ke Jogja dan mulai giat mengikuti senam ini”, kata Chiara sore itu.

Dia mengaku, menjadi instruktur senam adalah salah satu pekerjaan yang sesuai dengan passion-nya. Biasanya dalam sehari dia mengajar dua sampai tiga kelas di beberapa tempat fitness.

Ditanya mengenai penyakit seperti jantung, diabetes, dan stroke yang banyak menyerang anak muda baru-baru ini, Chiara berpendapat, hal itu disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat.

“Anak muda zaman sekarang sering sekali makan jajanan yang tidak sehat, yang penting rasanya enak, dan sesuai selera mereka saja,” ungkap perempuan berparas cantik ini.

Tidak dipungkiri, selain makanan dan pola tidur yang buruk, merokok adalah salah satu sebab penyakit-penyakit tersebut gampang menyerang anak muda. Memang tidak mudah memulai hidup sehat kalau tidak dibekali dengan kesadaran dari diri manusia itu sendiri.

“Cara mudah yang harus dilakukan adalah olahraga, yang ringan-ringan saja dulu, kalau sudah jadi kebiasaan badan bisa menerima good effect-nya,” sarannya.

Chiara mengaku selama dua tahun terakhir ini, dia tidak pernah sakit seperti terserang flu atau demam. Diimbangi dengan makan makanan sehat seperti nasi merah, sayuran, buah-buahan, dan daging kukus yang dia konsumsi setiap hari.

Jarang sekali dia mengonsumsi makanan instan, paling tidak hanya seminggu sekali sebagai hadiah untuk menikmati akhir pekan. Sejak awal, keluarganya pun tidak menolak untuk diajak Chiara menerapkan hidup sehat.

“Suami dan anakku juga sering olahraga. Anakku suka futsal, kalau papanya milih jogging dan boxing,” tuturnya.

Walau mendapatkan dukungan penuh dari keluarga, Chiara tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang ibu. Biasanya dia mengambil kelas mengajar pagi dan sore atau malam hari. Sedagkan pada siang hari digunakan untuk mengurus anak dan tidur siang. Sudah menjadi kebiasaan Chiara tidur selama delapan jam di malam hari sebelum pukul 22.00 dan me-recharge tenaganya dengan tidur siang.

Di usianya yang tak lagi muda, Chiara membuktikan manfaat olahraga membuat wajahnya tidak tampak seperti usianya yang hampir menginjak 40 tahun. Badannya juga terlihat segar bugar seperti anak muda kebanyakan.

“Itulah nilai plusnya kalau rajin olahraga, ditambah aku senang menjalani aktivitas ini secara rutin,” jelas instruktur yang sering mengisi kegiatan di sejumlah instansi ini.

Soal suka duka menjalani profesinya ini, Chiara mengatakan, lebih banyak sukanya. Dukanya kalau kakinya terkilir saja karena banyaknya kelas dalam sehari, terpaksa harus ambil libur dan mengistirahat badan. (cr1/ila)