BANTUL – Insiden pelemparan Kantor DPC PDIP Bantul Minggu (31/7) memasuki babak baru. Jajaran pengurus DPC PPP Bantul berharap perkara yang melibatkan empat simpatisan partai berlambang kabah tersebut diselesaikan melalui jalur kekeluargaan.

“Jangan sampai ini masuk ke pengadilan,” kata Ketua DPC PPP Bantul Bariq Ghufron, Minggu (7/8).

Pekan lalu, kantor DPC PDIP Bantul dilempari batu. Pelakunya empat simpatisan PPP Bantul. Insiden pelemparan ini terjadi usai acara Syawalan yang digelar DPC PPP Bantul di Gedung Gapensi. Tiga hari kemudian, tepatnya Selasa (2/8) keempatnya diringkus dan ditetapkan sebagai tersangka oleh polres Bantul.

Bariq melihat insiden pelemparan di luar pantauan panitia acara syawalan. Sebab, panitia telah berupaya maksimal mengantisipasi adanya berbagai gangguan ketertiban yang melibatkan simpatisan. Itu terlihat dari ketatnya pengamanan selama acara. “Apalagi kejadiannya di atas pukul 12.00. Setelah acara selesai semua,” ungkapnya.

Menurut Bariq, jajaran pengurus DPC PPP telah menjalin komunikasi dengan DPC PDIP Bantul. Salah satu poinnya, menyampaikan permintaan maaf atas insiden pelemparan. Dari komunikasi tersebut, politikus PPP asal Banguntapan ini mengklaim pihak PDIP menyambut iktikad baik ini. “Juga sebagai upaya agar persoalan ini tak berkepanjangan,” ujarnya.

Bariq komit akan melakukan evaluasi internal. Harapannya, ke depan tidak persoalan serupa. Mengingat, gesekan yang melibatkan simpatisan dua partai ini kerap terjadi. Terutama ketika ada agenda yang melibatkan massa. “Harus dijadikan pembelajaran,” tegasnya.

Ketua DPC PDIP Bantul Aryunadi membenarkan perihal adanya komunikasi dengan pihak DPC PPP. Menurutnya, DPC PPP mengakui pelaku pelemparan adalah simpatisan PPP. Pembicaraan belum sampai ke arah penyelesaian perkara ini secara kekeluargaan. “PPP sendiri kan juga sebagai korban tho,” ucapnya.

Kendati belum ada pembicaraan, Aryun menegaskan, DPC PDIP bakal memaafkan para pelaku pelemparan. Dengan catatan keempat pelaku mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf pada sejumlah pihak. Antara lain, PDIP, PPP, dan masyarakat Bantul. Kendati begitu, Aryun mengaku DPC PDIP belum berpikir mencabut laporan insiden pelemparan di kepolisian. “Itu yang aktif polisi. Kami hormati proses hukum,” katanya.(zam/hes)