ILUSTRASI/RADAR JOGJA ONLINE
GUNUNGKIDUL – Kasus kebakaran berurut-turut di pasar terbesar se-Gunungkidul, Argosari, hendaknya disikapi serius oleh pihak terkait. Sebab, dua kasus kebakaran yang terjadi belakangan diduga akibat buruknya pemasangan instalasi listrik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo mengatakan, selama ini warga belum banyak yang mempedulikan masalah instalasi listrik. Terbukti belakangan ini bergantian kios Pasar Argosari, Wonosari, terbakar.

“Kami menduga mereka mamasang instalasi listrik sendiri dan dilakukan asal-asalan. Ini yang sering memicu penyebab terjadinya kebakaran,” kata Budhi Harjo kemarin (7/8).

Dia menjelaskan, peristiwa kebakaran kios pasar Sabtu (6/8) dinihari harus disikapi secara serius. Dua kios ludes di lalap api meliputi kios yang selama ini menjual peralatan dapur dan pecah-belah.

Api membesar merembet kios lain. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Namun kecurigaan awal tetap pada aliran listrik yang arus pendek (korsleting). Tim Inafis Satreskrim Polres Gunungkidul mendatangi TKP untuk memeriksa beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab pasti.

Kaur Bin Ops Reskrim Polres Gunungkidul Ipda Pujiyono mengaku masih menyelidiki dan mengimpulkan bukti guna memastikan penyebab dari kebakaran itu. Setelah melakukan olah TKP, baru dapat dianalisa dan dievaluasi.

“Arus listrik yang besar dan kabel yang tidak SNI itu bisa menyebabkan terjadinya korsleting listrik. Namun kami belum bisa memastikan, apakah sebabnya karena itu. Biar Tim Inafis bekerja dulu,” kata Pujiyono. (gun/laz/ama)