ILUSTRASI/RADAR JOGJA ONLINE
SLEMAN – Pemkab Sleman menyatakan kesiapannya menjalankan PP No 8 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Kajiaan tengah dilakukan untuk perombakan organisasi perangkat daerah (OPD).

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Iswoyo Hadiwarno menargetkan, hasil kajian perombakan OPD bisa diketahui Oktober mendatang. Target itu berdasarkan arahan pemerintah pusat di mana tahun ini perombakan OPD sudah dilakukan.

“Nanti tergantung kriterianya, apakah masuk instansi tipe A, B, atau C. Sekarang tim sedang bekerja untuk proses kajian kelembagaan mengacu PP itu,” kata Iswoyo saat dihubungi kemarin (7/8).

Sebelum disahkan, hasil kajian akan dibahas bersama legislatif untuk kemudian ditetapkan sebagai peraturan daerah berikut pengisian sumber daya manusianya. Setelah menyelesaikan pengkajian dan rekomendasi dihasilkan, maka SKPD yang berbersangkutan akan diundang.

Pria yang juga menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) ini mengatakan, berdasarkaan PP itu nantinya tidak ada lagi instansi kantor, karena akan diganti dengan sebutan badan atau dinas. Dijelaskan, pihaknya belum mengetahui SKPD mana sajakah yang bakal dirombak nantinya mengingat kajian belum mendapatkan hasil pasti.

Namun demikian, dia mengisyaratkan bahwa urusan kebudayaan dan pariwisata yang selama ini menyatu di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kemungkinan juga bakal dipisahkan dalam instansi tersendiri. “Dua kebidangan ini memang terlalu rumit bila diampu satu instansi saja,” jelasnya. (bhn/laz/ama)