GUNTUR AGA TIRTANA/radar jogja
MLOROT: Peserta panjat pinang bekerjasama menaklukkan tiang yang sudah dilumuri oli. Mereka berusaha mencampai puncak untuk mengambil hadiah.
JOGJA- Perayaan peringatan hari kemerdekaan RI selalu mengundang daya tarik wisatawan. Terlebih, perayaan itu selalu melibatkan masyarakat sampai tingkat RT/RW. Berbagai lomba mewarnai agenda peringatan “17 Agustusan”. Seperti tampak di Kampung Ledok, Tukangan, Kelurahan Tegal Panggung, Danurejan, Kota Jogja dalam perayaan HUT ke-71 Kemerdekaan RI.

Warga menggelar lomba panjat pinang. Panjat pinang kali ini dikemas lain daripada yang biasa dilombakan. Ya, itu lantaran pinang ditanam persis di tengah aliran Kali Code. Tak ayal, siapapun peserta yang terpeleset dan jatuh dari pinang berlumur oli itu akan tercebur ke sungai. Semangat para peserta demi memperoleh hadiah berupa perabotan rumah tangga dan makanan.

Bagi wisatawan luar DIJ, momen “17 Agustusan” selalu menjadi agenda spesial. Apalagi, di kota-kota besar jarang lagi bisa ditemui aktivitas lomba-lomba tradisional merayakan kemerdekaan. “Semoga lomba-lomba seperti ini terus lestari. Di kota-kota besar seharusnya disokong oleh pemerintah supaya kembali eksis,” ungkap Nurhayati, 41, wisatawan asal Jakarta yang kebetulan melintas di atas Jembatan Kali Code kemarin (7/8).

Menurut Nurhayati, lomba panjat pinang dan gebuk bantal paling menarik. Selain mempertontonkan semangat antar peserta, momen itu sering kali mengundang tawa. “Setidaknya ini jadi hiburan rakyat yang benar-benar merakyat,” imbuhnya.(aga/yog/ong)