MUNGKID – Wacana pembentukan Badan Otoritas Borobudur (BOB) hingga kini belum ada kejelasan. Pemerintah terus membahas berbagai hal terkait pembentukan badan baru itu. Dengan adanya BOB, diharapkan tidak hanya Candi Borobudur yang ramai dikunjungi wisatawan. Namun juga wilayah di sekitarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Jateng Prasetya Aribowo mengatakan, semangat penyusunan BOB untuk memecah wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur. Wisatawan diharapkan juga mengunjungi wilayah lain di sekitarnya.

“Apa jenis wisata, nantinya BOB yang membuat master plan. Penggunaan ruangnya untuk apa, seperti apa wisatawan dan akses bagaimana,” kata Prasetyo saat berkunjung ke Magelang, Minggu (7/8).

Menurut Prasetyo, pembahasan mengenai BOB masuk tahap akhir penyusunan draf Perpres. Di dalam BOB ada struktur dewan pengarah dan badan pelaksana. Sesuai usulan di draf, dewan pengarah diisi para menteri terkait.

“Seperti Mendikbud, Menpar, Menag, Menteri PU. Serta lainnya yang terkait dengan pengembangan Borobudur dan sekitarnya,” katanya.

Ia mengatakan, rencananya Badan Pelaksana BOB dikepalai seorang profesional. Harapnya bisa mengembangkan destinasi wisata baru di luar Borobudur. Sementara ini, sebagaimana konsep letaknya ada di tiga wilayah.

“Konsep kemarin adalah di Kecamatan Bener, Purworejo; Salaman Kabupaten Magelang, dan Tritis, Kulon Progo (Jogajakarta). Nanti, konsepnya Bedah Menoreh,” ungkapnya.

Menurut Prasetya, dari bandara baru di Kulonprogo, Jogjakarta akan dibangun jalan menuju Borobudur melewati tiga wilayah tersebut. Sebelum menikmati Candi Borobudur, wisatawan diharapkan bisa menikmati destinasi yang ada di daerah sebelum Borobudur.

“Selain mengembangkan yang tiga itu, kepala BOB nanti harus bekerja sama dengan unsur terkait dalam pengembangan. Seperti kepala daerah setempat, BKB, dan PT Taman,” jelasnya.

Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko berharap dengan adanya BOB, wisatawan bukan hanya menonton Borobudur. Namun juga sekitar Borobudur.

“Masuk dalam konsep pemikiran kita. Tapi saya harus ngomong itu belum konkret,” katanya.(ady/hes)