BANTUL – Minuman keras (miras) oplosan kembali merenggut nyawa. Tiga orang dilaporkan meregang nyawa, usai menenggak minuman haram tersebut.

Ketiganya, Giyanto, 52, warga Dusun Gesikan, Wijirejo, Pandak, Seta Lenggoro; 43, warga Dagen Ringinharjo, Bantul. Sedangkan satu lagi, Widodo, 30, warga Kalipucang, Bangunjiwo, Bantul meninggal di tempat berbeda. Mereka menenggak miras oplosan di dua tempat berbeda.

Giyanto dan Seta menenggak miras oplosan Kamis (4/8). Bersama tiga rekannya, mereka pesta miras di rumah Dalijo yang terletak di Dusun Gesikan siang hari. “Malamnya baru terasa efeknya,” ungkap Kapolsek Pandak AKP S Parmin, Minggu (7/8).

Karena tak kunjung sembuh, dua orang dari mereka dilarikan ke rumah sakit. Seta meninggal dunia Sabtu malam (6/8). Sedangklan Giyanto dinyatakan meninggal dunia di salah satu rumah sakit, Minggu Pagi (7/8).

“Tiga orang lainnya masih di rawat. Tapi satu di antaranya buta,” papar Parmin.

Hingga kemarin petang (7/8), Polsek Pandak masih memeriksa Dalijo yang berstatus sebagai saksi.

Kapolsek mengungkapkan, anggotanya masih mengumpulkan berbagai keterangan. Terutama untuk mengetahui asal-usul miras oplosan.

“Yang bersangkutan tidak ikut minum, karena badannya sakit,” tambahnya.

Selain di Pandak, warga Dusun Kalipucang, Bangunjiwo, Kasihan bernama Widodo, 30, dilaporkan meninggal dunia usai menenggak miras oplosan. Widodo menenggak miras oplosan Kamis (4/8) lalu bersama satu temannya. Berbeda dengan pesta miras di Pandak, Widodo baru merasakan efek pada Sabtu (6/8) lalu sehingga harus dirawat di rumah sakit. Hanya, kemarin dini hari (8/8), Widodo meninggal dunia.

Kasat Reskrim polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo saat dimintai keterangan hanya mengatakan, bakal mengecek kepastiannya.(zam/hes)