BAHANA/RADAR JOGJA ONLINE
PAMITAN: Jamaah Haji Sleman saat pamita dengan Bupati Sleman Sri Purnomo.

SLEMAN – Sebanyak 992 calon jamaah haji asal Sleman akan diberangkatkan dari Embarkasi, Donohudan, Solo pada 17-19 Agustus mendatang. Mereka terbagi menjadi 6 kloter. Yakni, 23 SOC, 24 SOC, 25 SOC, 27 SOC, dan 29 SOC. Terdiri atas 462 pria dan 530 wanita.

“Dari jumlah itu 30 persennya merupakan kategoria risiko tinggi (risti) karena berusia di atas 52 tahun,” jelas Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sleman Zainal Abidin dalam acara pamitan haji di Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (8/8).

Zainal menerangkan, jamaah laki-laki tertua berusia 84 tahun atas nama Suparman Hadi Prandjono bin Pawiro Dinomo. Warga Ngijon, Sendangarum, Minggir. Sedangkan jamaah perempuan tertua Djumirah binti Karto Temaon dengan usia 82 tahun asal Pogung Lor, Sinduadi, Mlati.

Demi kelancaran jamaah dalam menunaikan ibadah haji Zainal mengimbau agar mereka selalu menjaga kesehatan dan menyiapkan mental. Juga meningkatkan kerjasama dengan petugas dan sesama jamaah.

Bupati Sleman Sri Purnomo berharap seluruh jamaan haji mewaspadai kondisi musim di tanah suci. Musim haji tahun ini, lanjutnya, bertepatan dengan siklus panas di Arab Saudi, dimana suhu rata-rata mencapai 39-44 derajat Celcius. Dengan kelembaban udara kurang dari 30 persen.

“Kondisi ini berbeda jauh dengan tanah air. Karena itu jagalah kesehatan sebaik mungkin,” tuturnya.

Diingatkan, keberangkatan ke tanah suci tak sekadar menjalankan ibadah. Tapi juga menjadi duta bangsa. Sebagai bangsa yang berbudaya, bermartabat, Sri berpesan agar para jamaah haji selalu menjunjung tinggi tata karma serta menunjukkan sikap luhur tersebut di mata masyarakat dunia. (bhn/yog/ama)