ABRAHAM GENTA BUWANA/ZETIZEN
PAHLAWAN: Guard SMA BMD Raditya A melakukan lay up dihadang small forward SMAN 2 Ngaglik Rizqi A dalam laga big eight Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2016 di GOR UNY di Jogjakarta Series, kemarin. BMD menang dengan skor tipis 23-22.
JOGJA – Menegangkan dan dramatis. Demikian gambaran yang pas untuk laga big eight Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2016 di GOR UNY, kemarin.

Pada laga big eight pertama, tim cowok SMA Budi Mulia Dua (BMD) menang secara dramatis di detik terakhir kuarter keempat. Kemenangan tipis BMD 23-22 meluruhkan mimpi SMAN 2 Ngaglik (Padmawidya) lanjut ke fantastic four.

Terus kejar mengejar poin, kedua tim membangun defense yang rapat. Skor terus saling membayangi, bahkan di kuarter kedua berakhir imbang dengan 10-10. Memasuki kuarter ketiga, tim asuhan Iqbal M kembali mencari peluang lewat terobosan dua poin. Sehingga Padmawidya kembali memimpin dengan skor 15-12.

Permainan makin menegangkan begitu kedua tim imbang dengan skor sama 16-16 di kuarter keempat. Kemudian semakin memanas ketika memasuki dua menit terakhir. Padmawidya kembali memimpin hingga skor berada di angka 20-17.

Bermaksud ingin menjaga zone defense, pemain Padmawidya justru beberapa kali terkena foul. Pemain centre Padmawidya, Ahmad N dan juga point guard-nya, Dimas Bagas harus ke luar lapangan karena fouls out. Kesempatan mengejar poin bagi BMD pun datang lewat free throw, tapi belum bisa membuahkan hasil.

Begitu masuk detik-detik terakhir, secara mengejutkan, guard BMD, Raditya A berhasil menerobos dan membuat dua poin. Foul yang dilakukan pemain Padmawidya berbuah satu poin free throw yang mengantar BMD ke babak fantastic four.

“Mereka main terburu-buru dan tidak enjoy, tekanan dari lawan juga beberapa kali membuat poin dari free throw gagal,” ujar Coach Dewanta Aji usai pertandingan big eight.

Sementara itu, tim cowok SMAN 6 Jogja (Namche) berhasil menjegal langkah SMAN 1 Jogja (Teladan) ke babak fantastic four. Namche menang selisih tiga bola, 31-25.

Memimpin di kuarter pertama dengan skor 12-2, Namche mulai turun permainannya di kuarter kedua. Pemain Teladan memperkecil ketertinggalan setelah berhasil membuat 11 poin, sehingga skor berakhir 17-13 di pertengahan game.

Kembali, kuarter keempat terjadi kejar mengejar poin. Finishing pemain Teladan beberapa kali gagal menambah poin untuk menyeimbangkan keadaan. Tertinggal poin, tim asuhan Agung B masih mencoba peluang. Namun, empat poin berturut-turut dari Severino A menutup game untuk kemenangan Namche.

“Mereka belum konsisten saja, di kuarter kedua mereka turun. Mungkin karena faktor kelelahaan juga tadi malam (kemarin) habis-habisan di game do or die,” ujar Coach Namche Ryan T. (dya/iwa/ong)

Menang dengan Selisih Tiga Bola