JOGJA – Perjalanan bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota Arif Nur Cahyo dan Laretna Adhisakti untuk menembus syarat KTP minimal, kian terjal. Satu-satunya balon wali kota dan wakil wali kota dari jalur perseorangan itu akan ditentukan dalam dua hari ini.

Arif Nur Cahyo menjelaskan, pihaknya terus berjuang keras untuk mencari dukungan KTP ke masyarakat. Selama tiga hari ini berhasil mengumpulkan lebih dari dua ribu KTP. “Saat ini hampir tembus 20 ribu KTP,” ujar Yoyok, sapaannya, kemarin (8/8).

Jumlah tersebut meningkat drastis. Pada Jumat (5/8) lalu, tim Jape Methe yang dia bentuk untuk terjun ke masyarakat gerilya mendapatkan dukungan KTP baru mengumpulkan 16 ribuan KTP.

“Sekarang fokus bekerja mengumpulkan KTP. Bagi masyarakat bisa menyampaikan KTP di Sekretariat Jape Methe di Jalan Kusumanegara. Besok Rabu (10/8) baru akan kami rekap berapa KTP yang telah terkumpul,” jelasnya.

Rencananya, Yoyok menutup pengumpulkan KTP pada pukul 16.00. Kemudian, mereka akan hitung. Jika dukungan KTP tersebut mencapai lebih dari syarat minimal 26.374 KTP yang tersebar di delapan kecamatan, mereka akan serahkan ke KPU.

“Ini detik-detik menentukan. Kami terus kerja keras di lapangan. Teman-teman relawan juga terus bekerja mengumpulkan dukungan 24 jam. Bahkan tengah malam pengumpulan KTP tetap kami terima. Terus berusaha yang terbaik,” ujarnya.

Soal kesulitan di lapangan, lanjut Yoyok, lebih ke persoalan administratif internal. Beberapa relawan ada yang ternyata mendapatkan dukungan dari orang yang sama. Akibatnya, beberapa KTP dukungan saat mereka verifikasi internal banyak yang ganda.

“Tapi, secara umum, teman-teman sudah sangat baik bekerja di lapangan. Ini terlihat dari waktu yang kami tempuh tidak sampai tiga bulan,” tandasnya.

Dia mengaku, baru bisa menentukan sikap apakah akan melanjutkan ke KPU Kota Jogja dan menyerahkan berkas dukungan atau tidak pada 10 Agustus besok. “Nanti saya akan sampaikan sikap, yang jelas kami terus berusaha dan menjadikan ini pembelajaran politik bagi masyarakat,” jelasnya.

Sosok Yoyok dan Laretna ini merupakan satu-satunya pasangan yang akhirnya terus berjuang sampai akhir untuk berjuang di jalur independen. Organisasi yang menamakan diri gerakan masyarakat Jogja Independent (Joint) sudah menyerah sejak bulan lalu. Setelah mereka kesulitan saat terjun di tengah-tengah masyarakat.

Ini juga terlihat dari penyerahan dukungan dari jalur perseorangan di KPU Kota Jogja. Menurut Komisioner KPU Kota Jogja Sri Surani, hingga kemarin belum ada kelompok atau perorangan yang menyerahkan berkas dukungan untuk maju sebagai balon wali kota dan wakilnya.

“Kami sudah siap sejak tanggal 6 tetapi belum ada yang datang. Kami akan tunggu hingga tanggal 10 Agustus nanti,” tandasnya.

Dia menjelaskan, jika sampai batas waktu ada yang menyerahkan berkas dukungan, maka KPU wajib melakukan verifikasi secara administratif dan faktual terhadap dukungan tersebut. Jika dalam verifikasi tersebut dinyatakan memenuhi syarat maka balon tersebut bisa mendaftarkan diri. “Pendaftarannya bersamaan dengan jalur parpol tanggal 21-23 September mendatang,” katanya. (eri/ila)