SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
PECINTA BURUNG BERKICAU: Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Imran Baidirus saat melepas burung menandai dibukanya lomba burung berkicau Danlanud Cup I tingkat Nasional yang digelar secara terbuka di Jogja Adventure Zone, Skadik 104, Lanud Adisutjipto.
SLEMAN – Pecinta burung berkicau di Jogjakarta dinilai cukup banyak. Untuk lebih memfasilitasi dan menyalurkan kegemaran tersebut, Lanud Adisutjipto menggelar lomba burung berkicau Danlanud Cup I tingkat Nasional.

Tak tanggung-tanggung, pecinta burung berkicau tak hanya datang dari seputaran DIJ saja. Melainkan juga ada dari kota lain di Jawa Tengah seperti Semarang, Boyolali, Kendal, Temanggung serta dari daerahlain yakni Surabaya dan Kendari. Mereka antusias mengikuti acara yang digelar di Jogja Adventure Zone, Skadik 104, Lanud Adisutjipto, Senin (8/8).

Komandan Lanud Marsekal Pertama TNI Imran Baidirus menyampaikan, lomba burung berkicau merupakan salah satu wujud partisipasi masyarakat dalam rangka pelestarian lingkungan. Dengan kegemaran memelihara burung berkicau, secara tidak langsung telah ikut mendorong usaha-usaha memelihara keanekaragaman hayati.

“Beberapa jenis burung langka bisa dipertahankan keberlangsungannya melalui upaya penangkaran dan pemeliharaan yang dilakukan oleh para pecinta burung,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga mengharapkan, dengan kegiatan ini bisa lebih mendekatkan masyarakat dengan TNI AU. Lomba tersebut memperlombakan 26 jenis burung berkicau di antaranya meliputi kelas mega bintang (cucak ijo, love bird, kacer, kenari), kelas perang bintang (cucak ijo, love bird, kacer, murai batu), kelas bintang (cucak ijo, kacer, pentet, kenari), dan kelas sejati (cucak jenggo, ciblek, pentet).

Ketua panitia lomba Panji Panuntun mengatakan, ajang lomba burung berkicau ini merupakan wadah bagi para burung mania untuk saling berlomba dan bersaing dengan sehat. Sekaligus sebagai ajang mempererat hubungan persaudaraan diantara sesama penggemar burung berkicau. “Saya berharap semoga lomba ini akan terus diadakan setiap tahun untuk mencari bibit unggul baru untuk ajang perlombaan pada tingkat yang lebih besar,” ungkapnya. (riz/ila/ama)