AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA ONLINE
LUAR BIASA: Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin saat melihat pameran Al Quran yang dipamerkan dalam acara Festival Al Quran PTM/Aisyiyah se-Indonesia di Sportorium UMY, Rabu (10/8).
BANTUL – M. Habib Chirzin dari International Institute of Islamic Thought mengapresiasi PTM dan Aisiyah yang menjaga konsistensinya untuk menjadikan kampus yang mendunia dengan adanya Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

“AIK ini telah menjadi ruh bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah tersebut. Melalui AIK inilah yang nantinya akan menjadikan Perguran Tinggi Muhammadiyah yang Islami dan Mendunia,” kata Habib dalam kuliah umumnya berjudul Paradoks dan Berakhirnya Globalisasi, Perlu Peta dan Mental Baru Menuju Tajdid Ilmu dan Peradaban.

Habib menambahkan, Globalisasi (Kesejagatan) telah menjadi narasi besar pada zaman ini. Fenomena ini telah menjadi fenomena sosial yang terkemuka dan memberikan berbagai manfaat bahwa manusia dan tempat-tempat dunia telah menjadi semakin terhubungkan satu sama lain .Namun demikian, terdapat juga dampak negatif dari globalisasi tersebut.

Karena itu, untuk mencegah dampak-dampak negatif Globalisasi, Al Quran harus digunakan sebagai rujukan utama dalam mengarungi proses globalisasi. Selain itu, Al Quran juga mesti dijadikan rujukan primer dalam menggerakkan sebuah persyarikatan, maka ia pun akan menjadi sumber petunjuk (al Huda) yang tidak kunjung habis.

“Jaman sekarang kita sangat mudah dalam mendapat informasi, bahkan terdapat istilah “The world is on your Finger” yang merujuk pada kebiasaan kita dalam memperoleh informasi dari seluruh dunia lewat gadget,” terang Habib. (ama/hes)