AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA ONLINE
PENCERAHAN: Humas PT Jasa Raharja DIJ Wahyu Agung dan anggota Dikmas Lantas Polres Bantul, Bripka Dhanang Purwono saat menyampaikan materi sosialisasi di aula MAN Gandekan, Bantul, Rabu (10/8).
BANTUL – PT Jasa Raharja DIJ kembali melanjutkan road show ke sekolah, Rabu pagi (10/8). Kali ini, lembaga pendidikan yang didatangi untuk sosialisasi tata cera pengurusan santunan kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum adalah MAN Gandekan Bantul. Pada kesempatan ini, PT Jasa Raharja DIJ juga mengajak Satlantas Polres Bantul yang menyampaikan materi tentang aman berkendara dan tertib berlalu lintas.

Humas PT Jasa Raharja DIJ Wahyu Agung mengatakan, penumpang kereta api, bus, kapal laut, dan moda angkutan udara/pesawat terbang berhak mendapat santunan dari PT Jasa Raharja. Jaminan santunan itu didapatkan karena para penumpang telah membayar premi ketika membeli tiket.

“Semua penumpang angkutan umum mendapat jaminan santunan dari PT Jasa Raharja ketika mengalami kecelakaan,” kata Wahyu saat menyampaikan sosialisasi di MAN Gandekan, Rabu (10/8).

Wahyu menambahkan, sesuai dengan UU Nomor 33 Tahun 1964 dan UU Nomor 34 Tahun 1964 junto PP Nomor 17 dan Nomor 18 Tahun 1965 bahwa, setiap korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum berhak mendapatkan santunan dari PT Jasa Raharja. Namun demikian, santunan tersebut dapat dicairkan apabila telah memenuhi persyaratan seperti laporan polisi (LP), STNK, KTP, KK, dan bukti keterangan dari tim medis/rumah sakit/puskesmas/klinik.

Kini, masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum tidak perlu repot. Sebab, PT Jasa Raharja DIJ telah bekerjasama dengan perumah sakit daerah dan umum.

“Ketika ada korban kecelakaan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan, korban tidak perlu repot lagi membayar biaya perawatan. Sebab, Jasa Raharja akan menjamin biaya perawatan sampai dengan Rp 10 juta untuk kecelakaan darat dan laut dan biaya perawatan maksimal Rp 25 juta bagi korban kecelakaan moda angkutan udara,” terang Wahyu .

Anggota Dikmas Lantas Polres Bantul, Bripka Dhanang Purwono meminta kepada para pelajar mentaati dan mematuhi rambu lalu lintas. Taat berkendara yang dimaksud adalah tidak ngebut, tidak menggunakan telepon saat mengemudi, tidak menerobos lampu merah. Sebab, bila ada pelajar yang ketahuan ngebut dan belum memunyai SIM tapi nekad mengemudikan sepeda motor maka akan dikenai sanksi tilang.

“Kalau belum punya SIM jangan nekad nyetir sepeda motor atau mobil. Akibatnya bisa fatal seperti kecelakaan,” kata Dhanang. (ama/hes)