AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA ONLINE
APRESIASI: Perwakilan peserta sosialisasi saat foto bersama.
BANTUL – Kepala MAN Gandekan, Bantul, M. Yusuf S.Ag mengapresiasi even road show sosialisasi tata cara pengajuan santunan kecelakaan lalu lintas yang diselenggarakan oleh PT Jasa Raharja. Baginya, acara semacam ini sangat bermanfaat bagi para pelajar baru yaitu kelas IX. Sebab, para pelajar dapat mengetahui lebih jelas bagaimana prosedur pengajunan santunan kecelakaan dan siapa saja yang berhak mendapatkan santunan.

“Tapi, kami berharap anak-anak MAN Gandekan jangan sampai berurusan dengan PT Jasa Raharja. Sebab, bila ada anak-anak yang datang ke Jasa Raharja itu artinya sedang mendapatkan musibah kecelakaan. Siapa pun tentu tidak ingin mendapat musibah kecelakaan,” kata Yusuf saat memberikan sambutan, Rabu (10/8).

Menurut Yusuf, MAN Gandekan juga telah membuat aturan berkaitan tertib berlalu lintas. Aturan itu adalah siswa yang belum memunyai SIM tidak diperbolehkan membawa sepeda motor saat ke sekolah. Selain itu, pelajar juga dilarang memodifikasi sepeda motor dan memasang knalpot blombongan. “Jika ada sepeda motor yang ketahuan menggunakan knalpot blombongan, sepeda kami jemur di lapangan. Jika besoknya tidak diganti maka kami akan memanggil orang tua siswa,” terang Yusuf.

Sebagai pelajar yang menempuh pendidikan di sekolah bernuansa agama islam, Yusuf selalu mewanti-wanti kepada anak didiknya selalu mentaati rambu lalu lintas, tidak ngebut, dan tidak menerobos lampu merah. Sebab, tindakan melanggar hukum merupakan salah satu perbuatan tercela dan dosa.

“Kalau kalian ugal-ugalan, kalian bukan anak madrasah. Kalau berkendara yang santun,” pinta pria asal Pekalongan ini. (ama/hes)