AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA ONLINE
KENANG-KENANGAN: Rektor UMY, Bambang Cipto memberikan cinderamata kepada Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin pada acara pembukaan Festival Al Quran PTM/Aisyiyah se-Indonesia, Rabu (10/8).
BANTUL – Festival Al Quran yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Aisyiyah mendapat apresiasi Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin. Politisi PPP ini menilai, Festival Al Quran dapat membangkitkan semangat umat islam terhadap kitab sucinya yaitu Al Quran. Apalagi, momentum festival ini berlangsung ditengah situasi negara timur tengah yang sedang dilanda krisis kepercayaan dan perang saudara.

“Umat islam di Indonesia perlu mengambil peran strategis dan signifikan supaya masyarakat muslim di Indonesia menjadi contoh dan panutan bagi umas islam di negara lain,” kata Lukman saat membuka Festival Al Quran di Sportorium UMY, Rabu (10/08).

Hanya, Lukman meminta Festival Al Quran ini tidak sekadar sebagai ajang perlombaan tilawatil Qur’an, syarhil Qur’an atau fahmil Qur’an saja. Namun lebih berkembang lebih luas sehingga keberadaan festival ini sangat dinanti oleh umat islam pada tahun berikutnya. Ia mencontohkan, panitia melombakan kisah-kisah dibalik ayat Al Quran yang dinarasikan dalam Bahasa Indonesia dan bagaimana proses pengumpulan ayat suri Al Quran.

“Dengan cara itu maka para mahasiswa akan lebih kreatif dalam mengisahkan kisah-kisah dalam Al Qu’an dengan cara mereka sendiri,” papar Lukman.

Dalam kesempatan itu, Lukman mengaku sangat mengagumi sosok Buya Hamka dan Hasbi As-Sidqi. Sebab, kedua ulama tersebut dikenal sebagai tokoh yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas berbasis Al Quran. Ia berharap, festival yang diadakan PTM dan Aisyiyah ini dapat menjaring dan menumbuhkan tokoh-tokoh baru ahli dibidang ilmu pengetahuan berbasis Al Quran. “Semoga, dari festival ini nanti PTM dapat mencari dan memunculkan tokoh ilmuan Al Quran baru,” pinta Lukman.

Lukman menambahkan, keberadaan kitab suci Al Quran tidak sekadar untuk dibaca. Lebih dari itu, sejatinya Al Quran banyak memberikan inspirasi atau dorongan bagi kaum yang berfikir khususnya yang membangun ilmu pengetahuan bagi yang berijtihad. “Al Quran tidak memberikan rumus-rumus ilmu pengetahuan secara detil supaya kita berijtihad mencari mutiara-mutiara ilmu yang belum ada selama ini,” jelas Lukman.

Selain itu, Al Quran memberikan pedoman ilmu pengetahuan, mengandung seni. Buktinya, ayat-ayat yang memiliki susunan bahasa yang indah, cara membaca Al Quran yang indah dinilai dapat menjadi magnet dalam mengembangkan seni di masa mendatang. “Ini bukti bahwa Al Quran banyak menginspirasi dan mengandung banyak ilmu pengetahuan,” paparnya. (ama/hes)