Gunawan/Radar Jogja Online
WASPADA: Petugas BPBD menyingkirkan pohon flamboyan di depan Balai Desa Siraman, Wonosari, yang roboh melintang jalan kemarin (9/8).
GUNUNGKIDUL – Warga patut waspada. Fenomena cuaca ekstrem memicu terjadinya angin kencang. Di Gunungkidul, angin kencang mengganggu fasilitas transportasi dan merusak bangunan rumah.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sutaryono mengatakan, dampak buruk angin kencang dirasakan warga Wonosari kemarin (9/8).

“Akibat angin kencang, pohon flamboyan di depan Balai Desa Siraman roboh melintang jalan, membuat arus lalu lintas jalur alternatif Wonosari-Paliyan macet beberapa saat,” kata Sutaryono usai ceking lokasi.

Angin kencang juga menimpa warga di Padukuhan Budegan, Piyaman, Wonosari, yakni bangunan rumah milik Supomo, 56, roboh disapu angin. Ambruknya rumah berbentuk limasan ukuran 12 meter x 16 meter ini berawal dari hujan deras. “Pemiliknya merantau, namun ada yang menempati. Tidak ada korban dalam kejadian ini,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo mengatakan, titik potensi bencana angin kencang sulit diprediksi. Namun demikian, berdasarkan pengalaman selama ini, semua wilayah kecamatan masuk kategori rawan. “Masyarakat di 18 kecamatan harus waspada, karena bencana ini sewaktu-waktu bisa datang,” kata Budhi.

Mengenai tanda-tanda datangnya angin kencang, menurut Budhi, biasanya sejak pagi hingga siang terik panas matahari menyengat. Namun pada sore mendung tebal dan hal ini menjadi ancaman serius akan datangnya angin kencang. “Makanya bencana angin kencang banyak terjadi pada siang hingga sore hari,” ujarnya.

Mengantisipasi dampak buruk akibat angin kencang, dia mengimbau masyarakat untuk melakukan pemangkasan pohon yang berdekatan dengan rumah. Banyak kasus terjadi, rumah hancur akibat tertimpa pohon yang diterpa angin kencang. (gun/laz/ama)