AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA ONLINE
Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi UAD, Nugraheni Rintasari ketika memaparkan hasil penelitiannya, Kamis (11/8).
JOGJA – Sistem berdagang yang diterapkan orang jawa berbeda dengan wira usahawan dari suku lain. Banyak orang jawa yang berdagang tidak semata-mata mencari keuntungan berupa uang namun merasa puas karena dapat melayani pelanggannya dengan baik. Apalagi, pelanggan itu masih ada hubungan kerabat, teman, dan tetangga.

“Kedekatan emosional antara penjual dan pembeli ternyata berpengaruh terhadap pemberian harga oleh para penjual,” kata Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi UAD, Nugraheni Rintasari saat memaparkan hasil penelitiannya tentang Hasil penelitian tentang Faktor-Faktor yang Menjadi Pertimbangan Pelaku UKM di Kota Jogja dalam Pengambilan Keputusan Menentukan Harga Jual kepada Radar Jogja Online, kemarin (11/8).

Menurut Rintasari, temuan tersebut terungkap dalam penelitiannya yang dilakukan pada 2013-2014 lalu. Dalam penelitian tersebut ia mengambil sebanyak 356 responden dari jumlah ribuan pelaku UKM di 14 Kecamatan se-Kota Jogja. Pelaku UKM yang menjadi responden pun bervariasi, mulai dari pelaku usaha kerajinan dan umum, kimia dan bangunan, logam dan elektronika, pengelolaan pangan, serta kerajinan dan kulit.

“Jadi, pemberian harga tidak semata-mata karena biaya produksi,” tambah sekretaris Prodi Akuntasi FE UAD ini. (ama/dem)